Saluran Pembuang Sumurgung Montong Rampung, Pemkab Tuban Perkuat Pengendalian Banjir dan Dukung Pengairan Pertanian
- 10 March 2026 09:49
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 41
Tubankab - Pembangunan Saluran Pembuang Desa Sumurgung, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban telah rampung. Infrastruktur pengendali air ini dibangun Pemerintah Kabupaten Tuban untuk mengurangi potensi banjir sekaligus mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian masyarakat.
Proyek yang menjadi salah satu pembangunan strategis daerah tahun 2025 tersebut diharapkan mampu mengendalikan aliran air dari wilayah hulu serta memperkuat sistem pengelolaan sumber daya air di kawasan sekitar.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPRPRKP Kabupaten Tuban, Sayang Mulyahadi Rimbawan, menjelaskan pembangunan saluran tersebut menelan anggaran sekitar Rp9,55 miliar. Adapun pengerjaan fisik dilaksanakan secara kontraktual mulai 20 Agustus 2025 dan telah diselesaikan pada 10 Desember 2025.
Lebih lanjut, ia menerangkan pelaksanaan pembangunan dilakukan sesuai dengan perencanaan teknis dengan mengombinasikan dua jenis konstruksi, yakni bronjong dan precast U-ditch lengkap dengan penutup (cover). “Bronjong digunakan untuk konstruksi cekdam yang berada di dua lokasi, yaitu di Avour Sumurgung dan Kali Centong. Sementara konstruksi U-ditch diterapkan di wilayah Dusun Lebak,” terangnya, Selasa (10/3).
Dalam proses pembangunan tersebut, lanjut Sayang, sempat dilakukan satu kali penyesuaian desain. Penyesuaian dilakukan karena kondisi tebing kanan di Afvoer Sumurgung dinilai lebih rentan mengalami longsor sehingga diperlukan penyesuaian teknis agar konstruksi tetap aman dan berfungsi optimal.
Ia menambahkan pembangunan checkdam dan saluran pembuang tersebut memiliki tujuan utama untuk mereduksi kecepatan aliran air dari wilayah hulu, khususnya dari kawasan Kedungdowo. Dengan adanya bangunan pengendali tersebut, debit air yang mengalir ke wilayah hilir dapat berkurang sehingga potensi banjir di wilayah sekitar dapat diminimalkan.
“Masyarakat menyambut baik pembangunan ini dan berharap keberadaan saluran pembuang dapat membantu mengurangi banjir serta dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.
Selain berfungsi sebagai pengendali aliran air saat musim hujan, keberadaan saluran pembuang ini juga memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pengairan lahan pertanian dan perkebunan di wilayah sekitarnya. Dengan aliran air yang lebih tertata dan terkendali, petani diharapkan dapat memanfaatkan sumber air tersebut untuk menunjang kebutuhan irigasi.
Kabid SDA Tuban ini juga menerangkan hingga saat ini masih terdapat genangan di beberapa titik saat curah hujan tinggi. Namun kondisi tersebut tidak meluas seperti pada tahun-tahun sebelumnya sehingga menunjukkan bahwa fungsi saluran pembuang mulai memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Melalui pembangunan infrastruktur pengendalian air ini, Pemkab Tuban berharap masyarakat dapat merasakan manfaat yang berkelanjutan, baik dalam upaya mengurangi risiko banjir maupun dalam mendukung produktivitas sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah. (agus/yavid)










