Satgas Pangan Tuban Gelar Sidak, Pastikan Stok Beras dan Harga Tetap Stabil
- 09 September 2026 06:30
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 14
Tubankab – Beras menjadi salah satu kebutuhan pokok yang tak lepas dari perhatian masyarakat, terutama terkait ketersediaan dan harganya. Karena itu, Satgas Pangan Kabupaten Tuban turun langsung ke pasar untuk memastikan stok tetap aman dan harga tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), Selasa (8/9).
Sidak dilakukan di Pasar Baru Tuban dan sejumlah pasar modern. Kegiatan tersebut melibatkan Polresta Tuban, Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Peternakan (DKP2P), Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, serta Dinas Perizinan Kabupaten Tuban. Sebagai sampel pemantauan, Satgas Pangan memeriksa dua kios pedagang beras di Pasar Baru Tuban.
Koordinator Satgas Pangan Tuban, Ipda Febri Bachtiar Irawan, mengungkapkan sidak dilakukan untuk memantau secara langsung kondisi harga dan ketersediaan pasokan beras di pasaran.
“Tujuan kami untuk memantau ketersediaan pasokan beras dan memastikan harga beras yang dijual tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET),” ungkapnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras di lokasi yang dikunjungi masih berada di bawah HET yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, ketersediaan stok beras juga terpantau relatif aman untuk beberapa waktu ke depan.
“Berdasarkan hasil sidak hari ini, harga beras masih stabil di bawah HET dan pasokan masih dalam kondisi aman untuk beberapa waktu ke depan,” katanya.
Adapun harga beras medium di tingkat pedagang saat ini berkisar Rp13.500 per kilogram, sedangkan beras premium dijual dengan harga Rp14.900 per kilogram.
Hasil pemantauan tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi Satgas Pangan Tuban. Dengan kondisi stok yang tersedia, Satgas Pangan memastikan pasokan beras di pasaran masih cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Kabupaten Tuban dalam beberapa pekan ke depan.
Meski demikian, pemantauan akan tetap dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi pasokan. “Segera kami koordinasikan jika memang pasokan gabah mengalami penurunan, agar pasokan beras juga dapat tetap terjaga,” tegas Febri. (ags/yav)










