Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji. (ist)

Satpol PP dan Damkar Tuban Berbenah, Tegaskan Pelayanan Humanis dan Responsif di Momentum Hari Jadi

Tubankab – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-107 Pemadam Kebakaran setiap 1 Maret serta Hari Jadi ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja dan ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat pada 3 Maret menjadi momentum refleksi sekaligus transformasi bagi jajaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban. Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji, menegaskan komitmen perubahan pendekatan pelayanan yang lebih humanis dan membumi.

Menurutnya, peringatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan titik balik untuk memperkuat orientasi pengabdian kepada masyarakat.

“Momentum ulang tahun ini kami jadikan sebagai penguatan komitmen untuk mengubah pendekatan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi. Kami ingin lebih mengedepankan pendekatan yang humanis, lebih manusiawi. Harapannya, ke depan kehadiran kami bukan lagi dianggap menakutkan, tetapi justru dirindukan dan ‘ngangeni’ oleh masyarakat,” ujar Sutaji, Selasa (3/3).

Ia mengakui masih ada stigma negatif terhadap aparat penegak Perda. Oleh karena itu, perubahan paradigma pelayanan menjadi prioritas. “Kami ingin menjadi organisasi yang dicintai masyarakat dan menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Tuban,” imbuhnya.

Mengusung tema “Mengabdi untuk Keselamatan Negeri”, jajaran Damkar Tuban terus memperkuat layanan prima. Sutaji menegaskan, tugas Damkar tidak hanya sebatas pemadaman kebakaran, tetapi juga penyelamatan.

“Kami sangat mengedepankan kecepatan respons dan keselamatan. Pelayanan kami gratis, tidak dipungut biaya. Bahkan di luar tupoksi pun, jika masyarakat membutuhkan, kami siap membantu,” tegasnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap visi pembangunan daerah hingga nasional. Kehadiran Damkar diharapkan memberi rasa aman sekaligus menciptakan kenyamanan yang menopang iklim investasi dan aktivitas masyarakat.

Di sisi lain, peran Satpol PP sebagai penegak Perda dan Satlinmas sebagai penjaga ketenteraman serta ketertiban umum terus diperkuat melalui pendekatan persuasif. Sutaji menekankan, kehadiran aparat di lapangan harus menjadi solusi.

“Kalau kami turun ke lapangan, minimal bisa mengurangi masalah. Kalau bisa menyelesaikan, itu lebih baik. Jangan sampai kehadiran kami justru menjadi bagian dari masalah,” tandasnya.

Ia menambahkan, pendekatan yang dikedepankan merupakan proses, bukan sekadar hasil. Dialog, komunikasi, dan sentuhan personal menjadi strategi dalam menyelesaikan persoalan di lapangan.

Salah satu tantangan terbesar, lanjutnya, terlihat dalam penertiban pedagang kaki lima. Di satu sisi terdapat kepentingan penataan kota, di sisi lain terdapat persoalan ekonomi masyarakat.

“Ini soal perut. Maka kami kedepankan pendekatan yang manis. Kami ajak ngobrol, kami beri pemahaman. Kalau memang melanggar, kami minta bergeser dengan cara baik. Alhamdulillah banyak yang bisa menerima,” jelasnya.

Sebagai bentuk modernisasi layanan, Satpol PP dan Damkar Tuban meluncurkan sejumlah inovasi berbasis digital. Untuk Damkar, tersedia layanan cepat bernama “Pendekar” yang memungkinkan masyarakat terhubung langsung melalui pusat panggilan dan berbagai platform media sosial resmi.

“Masyarakat cukup klik atau menghubungi call center yang tersedia di Google maupun media sosial kami. Nomor personel siaga sudah tertera dan siap merespons,” terang Sutaji.

Sementara itu, untuk pengaduan ketertiban umum, Satpol PP menghadirkan aplikasi “Peragawan” (Pengaduan Keresahan Warga Tuban). Aplikasi tersebut terintegrasi dengan sistem Tuban Satu Data sehingga setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara sistematis.

Inovasi juga menyentuh aspek sosial. Satpol PP mendata potensi pelanggar Perda secara by name by address untuk memahami akar persoalan. Beberapa hari lalu, misalnya, dilakukan pendataan terhadap 21 pengamen yang kemudian direncanakan difasilitasi tampil di panggung khusus, berkolaborasi dengan agenda Takjil Ramadan.

“Daripada di perempatan, kami fasilitasi di satu tempat, biar mereka tetap berkarya dengan tertib,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya berencana menggandeng OPD terkait untuk memberikan pelatihan dan akses permodalan bagi masyarakat yang terjaring penertiban. Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang, bukan sekadar tindakan represif.

Dalam aspek profesionalisme, peningkatan kapasitas personel menjadi agenda berkelanjutan. Pelatihan teknis pemadam kebakaran dilakukan secara bertahap, termasuk rencana peningkatan kompetensi struktural.

Untuk Satpol PP, pelatihan bela negara, bela diri, hingga pendalaman regulasi terus digelar dengan melibatkan narasumber dari kejaksaan, pengadilan, TNI-Polri, serta OPD teknis.

“Kalau kita bekerja sesuai regulasi, aturan itu akan menjaga kita. Jangan coba-coba melanggar, karena itu awal dari masalah,” pesannya kepada jajaran.

Dari sisi waktu tanggap, Damkar Tuban mencatat capaian positif. Pada 2025, rata-rata waktu respons berada di angka 11 menit. Dengan penambahan pos di wilayah Bancar yang mencakup Kecamatan Tambakboyo, Kerek, dan Bancar, target waktu respons ditekan menjadi 8–9 menit untuk wilayah terjangkau.

“Kalau jaraknya memungkinkan, kami ingin di bawah 10 menit. Untuk wilayah jauh, kami perkuat relawan dan kolaborasi dengan TNI-Polri serta masyarakat agar penanganan awal bisa dilakukan sebelum kami tiba,” jelasnya.

Di internal organisasi, Sutaji menanamkan nilai rukun dan kebersamaan. Ia meyakini pekerjaan akan terasa ringan jika dikerjakan secara bersama.

“Seberat apa pun pekerjaan, kalau kita bersama akan terasa ringan. Tapi seringan apa pun, kalau tidak rukun, pasti terasa berat,” ungkapnya.

Ia berharap Satpol PP dan Damkar Tuban tetap menjadi bagian integral pembangunan daerah, menjaga stabilitas ketenteraman dan ketertiban agar seluruh program strategis berjalan tanpa gangguan.

“Kami ingin terus menjadi bagian dari pembangunan. Jika ada potensi masalah, mari kita urai bersama masyarakat. Dengan begitu, pembangunan bisa berjalan baik, keamanan dan kenyamanan di lapangan tetap terjaga,” pungkasnya. (dadang/yavid)

comments powered by Disqus