Sheila Aulia Qurrahman, Pembawa Baki Paskibraka Tuban di HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. (yavid)

Sheila Aulia Qurrahman, dari Bangku Penonton hingga Pembawa Baki Paskibraka Tuban di HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

  • 17 August 2026 20:07
  • Yavid
  • Umum,
  • 58

Tubankab – Bertahun-tahun lalu, Sheila Aulia Qurrahman hanya bisa menyaksikan upacara kemerdekaan melalui layar televisi dan ponsel. Sosok anggota Paskibraka yang berdiri tegap di tengah lapangan membuatnya ingin merasakan pengalaman serupa. Keinginan itu akhirnya menjadi kenyataan pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Tuban.

Pelajar SMAN 1 Tuban tersebut mendapat kepercayaan menjadi pembawa baki pada Upacara Penurunan Bendera. Bersama 75 anggota Paskibraka lainnya, Sheila menjalankan tugas di hadapan peserta upacara dan masyarakat yang hadir.

Bagi Sheila, kepercayaan tersebut terasa istimewa karena membawa tugas yang sejak lama ia bayangkan. Ia pun mengingat kembali keinginannya saat masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Ini adalah bagian dari mimpi saya sejak kecil. Menjadi pembawa baki bendera,” kenang dia.

Untuk mencapai posisi tersebut, Sheila memulai persiapan jauh sebelum mengikuti seleksi. Sejak duduk di kelas X, ia mulai meningkatkan kemampuan fisik dan berlatih Peraturan Baris Berbaris (PBB). Persiapan itu dilakukan sembari tetap menjalankan kewajibannya sebagai siswa.

“Saya mempersiapkan untuk bisa seleksi paskibraka ini sejak kelas 10. Saya latihan fisik, saya latihan PBB, serta beberapa hal untuk menunjang untuk seleksi Paskibraka,” katanya.

Kesibukan latihan kemudian membuat Sheila harus mengatur waktu dengan lebih disiplin. Di satu sisi, ia harus mengikuti kegiatan sekolah dan menyelesaikan tugas akademik. Di sisi lain, latihan Paskibraka membutuhkan konsistensi dan kesiapan fisik.

“Saya harus pintar-pintar membagi waktu, antara latihan untuk mewujudkan impian saya dan juga tugas-tugas sekolah yang harus saya kerjakan,” kata dia.

Setelah menjalani persiapan tersebut, Sheila mengikuti rangkaian seleksi Paskibraka Kabupaten Tuban yang berlangsung selama tiga bulan. Ia harus bersaing dengan ratusan siswa yang sama-sama ingin mendapat kesempatan menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera.

Proses tersebut kemudian mengantarkan Sheila masuk dalam jajaran Paskibraka Tuban. Namun, menurut dia, kemampuan baris berbaris dan kondisi fisik saja belum cukup. Setiap calon anggota juga harus memiliki kesiapan mental untuk menjalani tahapan seleksi hingga pelaksanaan tugas.

Karena itu, Sheila berusaha menikmati setiap proses yang dijalani. Rasa lelah dan keinginan untuk berhenti sesekali muncul, tetapi tujuan yang ingin dicapai membuatnya kembali bersemangat untuk melanjutkan latihan.

“Alhamdulillah berkat perjuangan itu, mimpi ini akhirnya membuahkan hasil,” tuturnya.

Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Sheila. Menjadi pembawa baki memberinya kesempatan untuk belajar tentang disiplin, tanggung jawab, dan keberanian menjalankan amanah di hadapan banyak orang.

Pengalaman itu pula yang ingin ia bagikan kepada generasi muda. Sheila mengajak teman-teman seusianya untuk berani mengembangkan kemampuan yang dimiliki dan tidak berhenti belajar dari proses yang dijalani.

“Terus kembangkan bakat kalian di bidang mana pun yang bisa menunjang jiwa nasionalisme terhadap negara. Jangan malu untuk berkembang, dan teruslah belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya,” pesannya. (yav)

comments powered by Disqus