Simulasi evakuasi gempa melatih siswa dan pendidik menangani korban dengan cepat dan tepat. (ist)

Simulasikan Gempa Bumi, BPBD Tuban Bekali Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kesiapsiagaan Bencana

Tubankab – Ketika simulasi gempa dimulai, siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Tuban tidak berlari keluar ruangan. Mereka justru merunduk, berlindung di bawah meja, dan berpegangan hingga guncangan dinyatakan berhenti. Latihan tersebut menjadi bagian dari edukasi kesiapsiagaan bencana yang digelar BPBD Kabupaten Tuban, Jumat (14/8).

Melalui kegiatan tersebut, BPBD Tuban berupaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa serta tenaga pendidik dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi. Karena itu, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga mempraktikkan tindakan yang perlu dilakukan ketika gempa terjadi.

Salah satu materi utama yang dipraktikkan ialah metode “Drop, Cover, and Hold On”, yakni merunduk, berlindung di bawah meja atau tempat yang kokoh, serta berpegangan hingga guncangan berhenti. Setelah itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai prosedur evakuasi mandiri, penggunaan jalur evakuasi, serta pentingnya menuju titik kumpul yang telah ditentukan setelah kondisi dinyatakan aman.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Dr. Drs. Sudarmaji, M.M., menyampaikan bahwa edukasi dan simulasi kebencanaan sejak dini menjadi langkah penting untuk membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah. Menurutnya, pemahaman mengenai tindakan yang harus dilakukan saat terjadi bencana dapat membantu mengurangi kepanikan sekaligus meminimalkan risiko korban.

“Edukasi kebencanaan sejak dini sangat penting agar anak-anak memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Dengan latihan secara langsung, diharapkan mereka tidak panik dan mampu melakukan evakuasi dengan benar,” ujar Sudarmaji.

Sejalan dengan itu, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan simulasi yang dipandu petugas BPBD Kabupaten Tuban. Tidak hanya siswa, tenaga pendidik turut dilibatkan agar mampu berperan dalam proses evakuasi dan perlindungan peserta didik ketika terjadi kondisi darurat.

Dengan pelibatan siswa dan tenaga pendidik tersebut, BPBD Tuban berharap kesiapsiagaan menghadapi bencana dapat menjadi bagian dari budaya di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, sekolah diharapkan menjadi lingkungan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

Di sisi lain, pihak Sekolah Rakyat Kabupaten Tuban mengapresiasi edukasi dan simulasi yang dilaksanakan BPBD Tuban. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus dilakukan secara berkala sehingga kapasitas siswa dan tenaga pendidik dalam menghadapi situasi darurat semakin meningkat.

Pada akhirnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya BPBD Kabupaten Tuban memperkuat mitigasi dan edukasi kebencanaan, khususnya kepada generasi muda. Melalui kesiapsiagaan yang dibangun sejak dini, masyarakat diharapkan semakin tanggap dan tangguh dalam menghadapi bencana. (boby/kdg/yav)

comments powered by Disqus