Dinsos P3APMD Kabupaten Tuban menggelar rakor dan bimtek penginputan data evaluasi Kabupaten Layak Anak 2026 di Ruang Rapat R. H. Ronggolawe Setda Tuban. (yeni dh)

Tuban Targetkan KLA Tingkat Utama, OPD Digenjot Perkuat Data Evaluasi 2026

Tubankab - Pemerintah Kabupaten Tuban membidik peningkatan predikat Kabupaten Layak Anak dari tingkat Nindya ke Utama pada 2026. Untuk mendukung target tersebut, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3APMD) menggelar rapat koordinasi dan bimbingan teknis penginputan data evaluasi KLA di Ruang Rapat R. H. Ronggolawe Lantai 3 Setda Tuban, Selasa (24/2).

Kegiatan diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, dunia usaha, media, dan pemangku kepentingan lainnya. Fokus utama kegiatan adalah penguatan kualitas dan kelengkapan data sebagai komponen penilaian KLA oleh pemerintah pusat.

Pelaksana tugas Kepala Bidang P3A Dinsos P3APMD Tuban Amalia Pratiwi menyampaikan, pada 2025 Kabupaten Tuban berhasil mempertahankan predikat KLA tingkat Nindya. Tahun ini, seluruh perangkat daerah didorong meningkatkan kinerja agar capaian dapat naik ke tingkat Utama.

Menurutnya, predikat KLA menjadi indikator komitmen daerah dalam memastikan kebijakan, program, dan kegiatan berpihak pada kepentingan terbaik anak. Evaluasi juga memastikan pemenuhan hak dasar serta perlindungan khusus anak berjalan sesuai standar nasional.

“Kabupaten layak anak adalah kolaborasi bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung bagi anak-anak serta memastikan bahwa anak-anak tumbuh dengan baik, mendapatkan pendidikan yang berkualitas, dan memiliki masa depan yang cerah. Hal ini, membutuhkan peran dari semua pihak,” ucap Amalia Pratiwi.

Pada kesempatan yang sama, JF Pekerja Sosial Dinsos P3APMD Tuban Santi Wijayanti menjelaskan, evaluasi KLA 2026 dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup data Juli hingga Desember 2024 dan Januari hingga Desember 2025. Tahap kedua dilakukan pada akhir 2026 untuk periode Januari hingga Desember 2026.

Ia menegaskan, evaluasi KLA merupakan potret kinerja seluruh perangkat daerah, termasuk kontribusi dunia usaha dan media massa dalam mendukung pemenuhan hak anak.

“Evaluasi ini merupakan potret kinerja semua OPD di Kabupaten Tuban. Peran dunia usaha dan media massa juga banyak ditanyakan. Semoga hasilnya bisa maksimal,” tandas Santi.

Dalam bimtek tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai indikator KLA 2026, tata cara pengisian aplikasi evaluasi, teknik unggah dokumen pendukung, serta strategi pemenuhan lima klaster hak anak. Diskusi teknis juga dilakukan untuk memastikan proses penginputan data berjalan optimal. (yeni dh/yavid)

comments powered by Disqus