11 Kelompok Tani Tuban Terima Alsintan Prapanen, Kerja Petani Didorong Makin Efisien
- 24 August 2026 15:32
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 66
Tubankab – Bagi petani, ketersediaan alat pertanian menjadi salah satu penunjang penting dalam menyiapkan lahan dan mempercepat pekerjaan. Karena itu, sebanyak 11 kelompok tani di Kabupaten Tuban menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) prapanen yang diserahkan di Kantor DKP2P Kabupaten Tuban, Bogorejo, Senin (24/8).
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, DPRD Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Tuban. Adapun dalam pelaksanaannya, program ini diinisiasi oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Aulia Hany Mustikasari.
Terkait bantuan tersebut, disalurkan 10 unit alsintan prapanen berupa traktor tangan (hand tractor) singkal dan satu unit transplanter. Kehadiran alsintan tersebut diharapkan dapat membantu kelompok tani dalam menjalankan kegiatan prapanen sekaligus memperluas akses petani terhadap mekanisasi pertanian.
Pada kesempatan tersebut, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Aulia Hany Mustikasari, menyampaikan penyaluran bantuan alsintan merupakan bentuk sinergi lintas pemerintahan dalam mendukung kemajuan sektor pertanian. Menurutnya, alsintan tersebut dapat menunjang aktivitas petani pada tahapan prapanen sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Tuban serta mendukung stabilitas dan ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.
"Keberadaan alsintan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan Luas Tambah Tanam di Kabupaten Tuban," ungkapnya.
Lebih lanjut, proses pengusulan hingga penetapan penerima dilakukan melalui tahapan verifikasi secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Dengan tahapan tersebut, bantuan diharapkan diterima kelompok tani yang memang membutuhkan dan dapat memanfaatkannya sesuai peruntukan. “Prosesnya memang membutuhkan waktu karena kami ingin memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar memberikan dampak bagi petani,” sambungnya.
Mbak Hany—sapaan akrabnya—berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang pekerjaan petani. Selain itu, pengelolaan alsintan diharapkan dilakukan secara bersama agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh kelompok tani maupun petani lainnya.
“Alat ini bisa digunakan secara bergantian dengan petani lain. Karena itu, kami berharap dirawat dan digunakan secara bijak agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala DKP2P Kabupaten Tuban, Eko Julianto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan program bantuan alsintan tersebut. Menurutnya, bantuan ini semakin memperkuat potensi pertanian yang dimiliki Kabupaten Tuban.
“Bantuan ini tentu sangat bermanfaat untuk memperkuat sektor pertanian di Tuban. Kami berharap seluruh alat dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok penerima dan juga memberikan manfaat bagi petani lainnya,” tuturnya.
Eko menjelaskan, alsintan yang diterima kelompok tani dapat dimanfaatkan untuk seluruh petani. Bahkan, pengelolaannya dapat dilakukan melalui mekanisme sewa dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan jasa penyewaan alat dari pihak swasta.
Karena itu, Kepala DKP2P Tuban menegaskan bahwa penerima bantuan tidak dipungut biaya apa pun. Alsintan yang telah diserahkan juga tidak boleh dipindahtangankan maupun diperjualbelikan. “Kami meminta bantuan ini benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Jangan sampai dipindahtangankan ataupun dijual,” tegasnya.
Untuk memastikan pemanfaatan bantuan berjalan sesuai tujuan, kelompok penerima juga diminta membuat laporan pemanfaatan alsintan. Laporan tersebut antara lain berupa dokumentasi video saat alat digunakan dalam kegiatan prapanen.
Melalui dukungan sarana pertanian tersebut, Pemkab Tuban berharap pekerjaan petani menjadi lebih efisien, akses terhadap mekanisasi pertanian semakin luas, serta produktivitas dan kesejahteraan petani di Kabupaten Tuban terus meningkat. (ags/yav)










