Peserta mengikuti sosialisasi dan simulasi ujian perangkat desa yang digelar di Gedung Serba Guna Desa Klotok, Kecamatan Plumpang. (ist)

147 Calon Perangkat Desa di Plumpang Ikuti Sosialisasi dan Simulasi, Perebutkan 8 Jabatan di 5 Desa

Tubankab – Sebanyak 147 calon perangkat desa di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, bersiap memperebutkan delapan jabatan yang tersedia di lima desa. Untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi pada 18 November 2026, mereka mengikuti sosialisasi dan simulasi ujian perangkat desa di Gedung Serba Guna Desa Klotok, Selasa (27/10).

Kegiatan ini dihadiri Camat Plumpang Saefiyudin, S.STP., M.AP., bersama Plt. Sekretaris Kecamatan Plumpang Devi Linggar Buanasari, S.IP., M.AP., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Hadir pula perwakilan Inspektorat Kabupaten Tuban Irban II, Mahfud Assya' Roni, S.E., dan Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tuban, Suhut, S.Sos.

Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ditunjuk sebagai pihak ketiga dalam pelaksanaan seleksi. Perwakilan Airlangga Assessment Center, Prof. Dr. Nurul Hartini, S.Psi., M.Kes., hadir untuk menyosialisasikan mekanisme ujian. Pelaksanaan ujian dijadwalkan pada 18 November 2026 di kampus Unair, Surabaya.

Berdasarkan data panitia, sebanyak 147 calon perangkat desa akan bersaing memperebutkan delapan lowongan jabatan yang tersebar di lima desa. Proses rekrutmen ini melibatkan 35 orang panitia dari unsur desa masing-masing.

Rincian peserta di setiap desa menunjukkan persaingan yang cukup ketat. Jabatan Sekretaris Desa Plumpang menjadi posisi dengan jumlah pelamar terbanyak, yakni 35 orang. Di Desa Kesamben, terdapat 13 calon yang memperebutkan jabatan Kepala Seksi Kesejahteraan. Sementara itu, Desa Kedungrojo memiliki 30 calon untuk mengisi jabatan Kepala Seksi Kesejahteraan dan Kepala Seksi Pelayanan.

Persaingan juga berlangsung di Desa Jatimulyo. Sebanyak 46 calon akan memperebutkan tiga jabatan, yakni Kepala Urusan Keuangan, Kepala Seksi Pemerintahan, dan Kepala Seksi Kesejahteraan. Adapun Desa Kedungsoko mencatat 23 calon yang mengikuti seleksi untuk jabatan Kepala Dusun Kedung.

Dalam sambutannya, Camat Plumpang Saefiyudin menyampaikan bahwa pengisian perangkat desa kali ini menjadi momentum penting karena ujian tersebut merupakan gelombang terakhir yang menggunakan aturan saat ini. Pada tahun depan, skema ujian perangkat desa direncanakan berubah seiring pembaruan Peraturan Bupati (Perbup), dengan format yang menyerupai seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

"Sistem yang kita gunakan saat ini, khususnya metode CAT dari Universitas Airlangga, sudah sangat teruji, objektif, dan transparan," ujar Saefiyudin. Ia berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan waktu yang tersisa untuk belajar dan mempersiapkan diri. Menurutnya, hasil seleksi ditentukan oleh kemampuan masing-masing peserta.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang PMD Kabupaten Tuban Suhut, S.Sos., menekankan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Ia meminta seluruh panitia dan pihak yang terlibat berpedoman pada Perbup Nomor 30 Tahun 2023, menghindari benturan kepentingan, serta memastikan proses rekrutmen berjalan tanpa intervensi pihak luar.

Sementara itu, Prof. Dr. Nurul Hartini menjelaskan bahwa Unair berkomitmen menjaga integritas dalam pelaksanaan seleksi. Ia menyebutkan bahwa Unair memiliki moto Excellence with Morality, yang menjadi landasan dalam memberikan pelayanan secara profesional dan adil kepada seluruh peserta.

"Kami membawa moto 'Excellence with Morality', yang artinya kami berkomitmen menjaga integritas penuh dalam memberikan pelayanan yang profesional dan adil bagi seluruh peserta," tegas Prof. Nurul.

Ia juga mengingatkan peserta agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Menurutnya, sistem teknologi dan keamanan ujian di Unair dirancang untuk mencegah praktik kecurangan maupun intervensi dalam proses seleksi.

Dalam sesi teknis, tim teknologi informasi Unair menjelaskan mekanisme ujian yang terdiri atas dua tahapan. Tahap pertama adalah ujian tulis berbasis Computer Assisted Test (CAT), dengan 125 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 150 menit. Tahap berikutnya berupa ujian praktik komputer dengan 10 soal dan alokasi waktu 30 menit. Nilai maksimal yang dapat diperoleh peserta adalah 100.

Selain mekanisme ujian, peserta juga mendapat penjelasan mengenai tata tertib pelaksanaan. Peserta diwajibkan mengenakan kemeja putih dan celana atau rok hitam, serta membawa KTP asli dan kartu peserta sebagai syarat memasuki ruang ujian. Peserta juga dilarang mengenakan perhiasan dan merokok di area kampus tempat ujian berlangsung.

Selama kegiatan, para calon perangkat desa menyimak penjelasan dan mencatat arahan yang disampaikan. Melalui sosialisasi dan simulasi ini, pihaknya berharap proses seleksi berjalan transparan dan menghasilkan perangkat desa yang kompeten, berintegritas, serta mampu mendukung pelayanan dan pembangunan di desa masing-masing. (sis jp/yav)

comments powered by Disqus