Peserta Workshop Pengembangan Konten Digital menyimak materi praktik pembuatan konten untuk pembelajaran PAUD. (ist)

40 Guru PAUD dari 20 Kecamatan Ikuti Workshop Pengembangan Konten Digital

Tubankab – Aktivitas pembelajaran di PAUD tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat dibagikan melalui ruang digital. Karena itu, kemampuan membuat konten menjadi bagian dari kompetensi yang perlu dimiliki pendidik untuk mendokumentasikan pembelajaran sekaligus berbagi praktik baik. Hal tersebut menjadi bagian dari Workshop Pengembangan Konten Digital untuk Pembelajaran PAUD Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Rabu (23/9).

Kegiatan ini diikuti 40 pendidik PAUD dari 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban. Para peserta mendapatkan materi sekaligus praktik mengenai pembuatan konten digital yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran, komunikasi dengan orang tua, serta pengenalan satuan pendidikan.

Terkait workshop tersebut, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Dwi Erlina Novitasari, S.Pi., M.Pi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan perkembangan teknologi perlu diikuti dengan peningkatan kompetensi pendidik agar dapat dimanfaatkan secara positif dalam mendukung pembelajaran.

“Perkembangan teknologi harus kita manfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kreativitas dan kompetensi pendidik. Guru tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga perlu memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan pembelajaran yang menarik dan bermanfaat bagi anak dan branding lembaga,” ujar Erlina.

Menurutnya, pengalaman selama workshop diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori. Keterampilan yang diperoleh juga dapat diterapkan di satuan pendidikan sekaligus dibagikan kepada guru lainnya.

“Kami berharap para guru tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki pengalaman praktik yang bisa diterapkan di satuan pendidikan masing-masing. Setelah mengikuti kegiatan ini, pengetahuan dan keterampilannya juga dapat dibagikan kepada guru lainnya,” lanjutnya.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih aplikatif, workshop menghadirkan dua narasumber dari Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Kabupaten Tuban. Dadang Budi Setiawan, S.H., M.I.Kom., membawakan materi “Mengenal Konten Digital”, sedangkan Ahmad Shofiudin Latif, S.T., M.Med.Kom., memberikan materi praktik membuat konten digital.

Dalam materinya, Dadang mengajak peserta memahami konten digital sebagai sarana untuk bercerita mengenai aktivitas, pengalaman, serta praktik baik yang dilakukan guru.

“Konten digital adalah cara kita bercerita tentang apa yang kita lakukan, apa yang kita pelajari, dan apa yang bisa bermanfaat bagi orang lain,” ungkap Dadang.

Menurutnya, guru PAUD tidak harus menjadi influencer untuk dapat aktif di ruang digital. Guru dapat menjadi pencerita yang membagikan praktik baik, menginspirasi orang tua, sekaligus tetap memperhatikan perlindungan anak.

Sementara itu, Ahmad Shofiudin Latif mengajak peserta melihat keterampilan membuat konten sebagai bagian dari kemampuan membangun personal branding guru sekaligus branding satuan pendidikan.

“Guru adalah bagian dari wajah satuan pendidikan. Apa yang dilakukan dan bagaimana kita menyampaikannya melalui konten akan ikut membentuk bagaimana sekolah atau lembaga PAUD dikenal oleh masyarakat,” jelasnya.

Setelah mendapatkan materi, peserta diajak menerapkannya secara langsung melalui sesi praktik. Mulai dari pengambilan gambar dan video hingga proses editing, peserta belajar memilih momen serta mengemas aktivitas pembelajaran menjadi konten yang menarik dan komunikatif.

Melalui kegiatan ini, kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan dalam memanfaatkan teknologi informasi diharapkan semakin berkembang. Konten digital juga dapat menjadi sarana pembelajaran, komunikasi dengan orang tua, sekaligus ruang untuk mendokumentasikan berbagai praktik baik di satuan PAUD.

Berbekal pengetahuan dan pengalaman selama workshop, 40 peserta dari 20 kecamatan diharapkan dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh di satuan pendidikan masing-masing. Pengetahuan tersebut juga dapat dibagikan kepada guru lainnya sehingga pemanfaatan konten digital semakin berkembang di lingkungan PAUD Kabupaten Tuban. (kdg/yav)

comments powered by Disqus