Pranata Humas Diskominfo SP Tuban Yeni Dyah Hartatik menyampaikan materi bijak bermedia sosial kepada peserta Persami Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) di wilayah Kodim 0811 Tuban. (ist)

Bekali Kadet KKRI Etika Digital, Diskominfo Tuban Ingatkan Bahaya Hoaks

Tubankab – Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Tuban memberikan sosialisasi cerdas bermedia sosial kepada peserta Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) di wilayah Kodim 0811 Tuban, Sabtu (24/10).

Materi sosialisasi disampaikan Pranata Humas Ahli Muda Diskominfo SP Tuban, Yeni Dyah Hartatik. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para kadet menggunakan media sosial secara bijak, santun, dan bertanggung jawab, baik saat berkomunikasi maupun menyebarkan informasi.

Mengusung tema “Bermedia Sosial yang Baik: Bijak dalam Berkomunikasi, Cerdas dalam Bertindak, Bertanggung Jawab sebagai Kadet”, kegiatan ini menekankan pentingnya menjaga karakter dan kehormatan diri, tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga di ruang digital.

Dalam paparannya, Yeni mengingatkan bahwa jejak digital merupakan cerminan karakter seseorang. Karena itu, para kadet diharapkan berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan mempertimbangkan dampak dari setiap unggahan.

Ia juga menjelaskan lima prinsip bermedia sosial, yakni menyaring informasi sebelum membagikannya, menggunakan bahasa yang santun, menghormati privasi, memeriksa fakta, serta mempertimbangkan dampak sebelum mengunggah konten.

Untuk menangkal penyebaran hoaks, Yeni mengimbau peserta memeriksa kebenaran informasi melalui sumber tepercaya sebelum membagikannya. Pemerintah Kabupaten Tuban juga menyediakan layanan klarifikasi berita hoaks melalui Klinik Hoaks yang dapat diakses di klinikhoaks.tubankab.go.id. Layanan ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh klarifikasi atas informasi yang diragukan kebenarannya.

Selain itu, peserta dibekali pemahaman tentang bahaya perundungan dan ujaran kebencian. Mereka juga diingatkan untuk menjaga keamanan data pribadi serta tidak menyebarkan informasi sensitif terkait kegiatan internal.

Melalui studi kasus dan diskusi interaktif, para kadet diajak lebih kritis dalam menyikapi informasi digital sekaligus membangun kebiasaan bermedia sosial yang positif.

Diskominfo SP Tuban berharap kegiatan ini dapat membentuk kadet KKRI yang cerdas digital, mampu menangkal hoaks, dan memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat.

“Jaga jempol, jaga ucapan, jaga kehormatan. Jadilah kadet yang bijak di dunia nyata dan bertanggung jawab di dunia digital,” pungkasnya. (yeni dh/yav)

comments powered by Disqus