Siswa SDN Parangbatu 1 mengikuti Kampanye CTPS sebagai bagian dari Gerakan Hidup Sehat. (ist)

Belajar dari Kebiasaan Sehari-hari, Siswa SDN Parangbatu 1 Praktik Enam Langkah CTPS

Tubankab – Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun terus dikenalkan kepada anak-anak melalui lingkungan sekolah. Setelah sebelumnya menyasar SDN Grabagan 1, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban kembali menggelar Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), kali ini di SDN Parangbatu 1, Kecamatan Parengan, Rabu (23/9).

Kegiatan edukatif tersebut mengajak para siswa mengenal tata cara mencuci tangan yang benar melalui enam langkah sesuai standar kesehatan. Selain mendapatkan penjelasan, siswa juga diajak mempraktikkan tahapan CTPS agar kebiasaan menjaga kebersihan tangan dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Bagi lingkungan sekolah, edukasi CTPS menjadi bagian dari pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas diharapkan dapat tumbuh menjadi bagian dari keseharian siswa.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan P2KB Tuban, drg. Roikan, MH, menyampaikan pembiasaan hidup bersih perlu dikenalkan sejak usia sekolah dasar. Menurutnya, sekolah menjadi salah satu lingkungan yang tepat untuk menanamkan kebiasaan sehat kepada anak.

“Kampanye cuci tangan pakai sabun ini bukan sekadar rutinitas formal, melainkan langkah krusial untuk melindungi anak-anak kita dari berbagai ancaman penyakit menular. Kami ingin membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) ini dimulai dari lingkungan sekolah,” ujar drg. Roikan, MH.

Sejalan dengan edukasi tersebut, siswa diharapkan tidak hanya menerapkan kebiasaan CTPS di sekolah, tetapi juga membawanya ke lingkungan keluarga. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, pengetahuan mengenai kebersihan tangan dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat anak.

Melalui kampanye yang menyasar sekolah-sekolah, Dinkes P2KB Tuban terus mengenalkan praktik hidup bersih dan sehat secara langsung kepada anak-anak. Edukasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kesehatan sejak dini di lingkungan sekolah dan keluarga. (aris/yav)

comments powered by Disqus