Bidik 8.000 Peserta, Dinkes P2KB Tuban Gelar Skrining HPV DNA dan IVA
- 13 October 2026 15:43
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 23
Tubankab – Deteksi dini menjadi langkah penting untuk menekan risiko kanker serviks. Karena itu, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban menggelar skrining HPV DNA dan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) bagi pegawai Dinkes P2KB dan masyarakat umum pada 13–15 Oktober 2026 di UOBF Puskesmas Kebonsari. Pelayanan dibuka mulai pukul 08.00 WIB.
Melalui pemeriksaan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sekaligus tidak menunda pemeriksaan berkala. Skrining menjadi salah satu upaya mengenali risiko kanker serviks lebih awal sehingga tindak lanjut medis dapat dilakukan apabila ditemukan indikasi kelainan.
Di tingkat kabupaten, Dinkes P2KB Tuban menetapkan target skrining HPV DNA dan IVA sebanyak 8.000 orang. Untuk merealisasikannya, partisipasi berbagai pihak diperlukan, mulai dari tenaga kesehatan dan pegawai pemerintah hingga masyarakat umum.
Sejalan dengan upaya itu, pelayanan di UOBF Puskesmas Kebonsari menjadi salah satu cara mendekatkan akses pemeriksaan kepada masyarakat. Kemudahan akses diharapkan dapat mendorong lebih banyak perempuan yang memenuhi kriteria untuk memanfaatkan layanan deteksi dini.
Plt. Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Tuban, drg. Roikan, M.H., menegaskan bahwa pemeriksaan sejak dini penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kanker serviks.
“Pemeriksaan HPV DNA dan IVA merupakan langkah penting dalam mendeteksi secara dini risiko kanker leher rahim. Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya perempuan yang memenuhi kriteria pemeriksaan, untuk memanfaatkan layanan skrining ini. Deteksi dini sangat penting agar apabila ditemukan kelainan, dapat segera dilakukan tindak lanjut sesuai dengan prosedur medis,” ujar drg. Roikan, Selasa (13/10).
Lebih lanjut, ia berharap dukungan berbagai pihak dapat membantu mencapai target 8.000 peserta sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari kebiasaan hidup. Dengan demikian, upaya menjaga kesehatan reproduksi tidak hanya dilakukan ketika muncul keluhan, tetapi juga melalui langkah pencegahan.
Melalui perluasan akses skrining, pihaknya turut berharap semakin banyak masyarakat dapat menjalani deteksi dini kanker serviks. Partisipasi yang meningkat ini juga diharapkan memudahkan tindak lanjut medis secara tepat jika ditemukan kelainan. (aris/yav)










