Bidik Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes P2KB Tuban Gelar Workshop QIC, Ini Tujuannya
- 08 October 2026 12:13
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 37
Tubankab – Mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak menjadi perhatian dalam Workshop Perluasan Quality Improvement Collaborative (QIC) yang digelar Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban, 6–7 Oktober 2026.
Melalui kegiatan tersebut, tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), mulai dokter umum, dokter spesialis, hingga bidan penanggung jawab, dibekali keterampilan menerapkan metodologi Model for Improvement dan siklus Plan-Do-Study-Act (PDSA).
Bukan sekadar pembekalan, workshop ini diarahkan agar proses perbaikan mutu pelayanan dilakukan secara terukur dan berbasis data. Dengan memanfaatkan data kinerja, tenaga kesehatan dapat mengidentifikasi bagian layanan yang masih perlu dibenahi, kemudian menguji dan menerapkan langkah perbaikan sesuai kebutuhan.
Plt. Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Tuban drg. Roikan mengatakan, penerapan metode QIC pada akhirnya diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Pelayanan yang lebih aman dan berkualitas, terutama bagi ibu hamil, ibu melahirkan, serta bayi baru lahir, menjadi salah satu sasaran yang hendak dicapai.
"Tujuan akhir dan manfaat utama yang ingin kita capai adalah menurunnya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neonatal (AKN) secara signifikan di Kabupaten Tuban," ujar drg. Roikan, Rabu (7/10).
Sejalan dengan itu, kemampuan tenaga kesehatan dalam membaca data dan menjalankan perbaikan mutu diharapkan membuat pelayanan kesehatan dasar maupun rujukan semakin responsif. Dengan demikian, potensi risiko komplikasi dapat dikenali lebih awal dan keselamatan pasien menjadi bagian utama dalam setiap proses pelayanan.
Selama dua hari pelaksanaan, workshop menghadirkan narasumber spesialis dr. Vera Handayani, Sp.OG., dan dr. Noverita Rochsitasari, Sp.A., M.Si.Med. Kegiatan tersebut juga didampingi fasilitator Dr. Wahyul Anis, S.Keb., Bd., M.Kes. dari Tim Geliat Universitas Airlangga.
Setelah pembekalan, penerapan hasil workshop akan dilanjutkan di fasyankes di seluruh wilayah Kabupaten Tuban. Langkah ini diharapkan membuat perbaikan mutu tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi berlanjut menjadi bagian dari pelayanan sehari-hari. (aris/yav)










