Foto : Dandim 0811 Tuban Letkol Infantri Nur Wicahyanto, saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI pada peringatan Harkitnas. (taufiq)

Dandim Bacakan Sambutan Menkominfo pada Peringatan Harkitnas

Tubankab - Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110 di Alun-alun Kota Tuban, Senin (21/05), dengan inspektur upacara (Irup) Dandim 0811 Tuban Letkol Infantri Nur Wicahyanto, S.E, berlangsung khidmat. 

Bupati dan Wabup Tuban, seluruh jajaran OPD, serta sekitar 500 undangan turut hadir dalam mengikuti upacara tersebut.

Dandim 0811 Tuban Letkol Infantri Nur Wicahyanto, saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI mengatakan, lebih dari seabad lalu, ketika rakyat Indonesia dengan segala keterbatasannya, berinisiatif untuk berjuang meraih kemerdekaan dengan membentuk berbagai perkumpulan.

Ia melanjutkan ketika itu rakyat hanya memiliki semangat dalam jiwa dan kesiapan mempertaruhkan nyawa. Namun, lanjut Nur, sejarah kemudian membuktikan bahwa semangat dan komitmen itu saja telah cukup. “Asalkan kita bersatu dalam cita-cita yang sama: kemerdekaan bangsa,” terang Dandim.

Dikatakan Nur, bersatu adalah kata kunci ketika ingin menggapai cita-cita yang sangat mulia. Namun, masih terangnya, pada saat yang sama tantangan yang maha kuat menghadang di depan. Ia mencontohkan, ketika itu Boedi Oetomo telah memberi contoh bagaimana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal-muasal primordial, akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan.

“Boedi Oetomo menjadi salah satu penanda utama bahwa bangsa Indonesia untuk pertama kali menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

Seratus sepuluh tahun kemudian, lanjut Nur, bangsa ini telah tumbuh menjadi bangsa yang besar dan maju, sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Meski belum sepenuhnya sempurna, rakyat telah menikmati hasil perjuangan para pahlawan, berupa meningkatnya perekonomian, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

Kemudian, ia juga menyampaikan butir kelima dari Nawacita Kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang berisi visi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan. Melalui pembangunan manusia yang terampil dan terdidik, lanjut Nur, pemerintah ingin meningkatkan daya saing ekonomi dan secara simultan meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya.

Oleh sebab itu, lanjut Nur Wicahyanto, tema “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia dalam Era Digital” pada peringatan Harkitnas tahun ini, harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri.

Ia juga mengatakan bahwa tidak sedikit anak muda kreatif yang mampu menaklukkan gelombang digitalisasi dengan cara mencari berkah di dalamnya. Ia mencontohkan, seperti internet, media sosial, situs web, layanan multimedia aplikasi ponsel, mereka jadikan ladang baru buat berkarya, dan pasar yang menjanjikan bagi kreativitas.

Oleh sebab itu, pihaknya mengajak untuk bersama-sama menjauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah-belah dan konten-konten negatif, agar anak-anak Indonesia bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi, dan mendapatkan manfaat darinya.

Ia juga mengajak para peserta upacara untuk memaknai peringatan Harkitnas tahun ini di lingkungan masing-masing dan sesuai lingkup tugasnya, agar secara maksimal memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia. “Terutama generasi muda, yang akan membawa kepada kejayaan bangsa di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya. (tauviqurrahman/hei).

comments powered by Disqus