Dari Dapur Plumpang, UMKM Belajar Sulap Menu Biasa Jadi Kuliner Kekinian
- 06 October 2026 16:16
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 8
Tubankab – Tren kuliner terus bergerak mengikuti selera pasar. Bagi pelaku UMKM, kemampuan mengolah produk yang menarik dan sesuai kebutuhan konsumen menjadi salah satu modal untuk mengembangkan usaha. Hal itu yang coba dijawab melalui Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Produk Makanan Kekinian di Pendopo Kecamatan Plumpang, Selasa–Rabu (6–7/10/2026).
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta kapasitas pelaku UMKM melalui pendidikan dan pelatihan pada tahun anggaran 2026.
Pembukaan pelatihan dihadiri Camat Plumpang Saefiyudin, S.STP., M.AP. Ia menyambut baik kegiatan yang memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk belajar langsung dari praktisi kuliner.
"Saya berpesan kepada seluruh peserta, serap ilmunya Chef Farikh, amati, tiru, dan modifikasi. Jangan sampai usai pelatihan, resepnya hanya berakhir di buku catatan. Kita harus berani unjuk gigi! Jika produk kita menarik secara visual, rasanya bersaing, dan kemasannya kekinian, saya yakin UMKM Plumpang pasti bisa dengan cepat 'naik kelas'," tegas Saefiyudin, Selasa (6/10).
Hadir pula Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Tuban Gunadi, MM. Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan produk sekaligus menyesuaikannya dengan selera pasar.
"Di era yang serba cepat ini, UMKM kita tidak boleh hanya jalan di tempat. Pelatihan pembuatan makanan kekinian langsung bersama pakarnya ini adalah momentum emas bagi warga Plumpang untuk berinovasi. Harapan saya, setelah keluar dari pendopo ini, ilmu yang didapat langsung dipraktikkan, sehingga lahir pengusaha-pengusaha kuliner baru yang sukses mendongkrak ekonomi keluarga dan membawa nama baik Tuban," jelasnya.
Kepala Bidang UMKM dan Perdagangan Nindy Saefiyudin turut hadir untuk memantau pelaksanaan pelatihan yang disiapkan sesuai kebutuhan pelaku usaha.
Materi pelatihan disampaikan Chef Farikh Makhfud, yang juga merupakan representasi Indonesian Chef Association (ICA) Pantura Raya. Peserta mendapat pembekalan mengenai pengolahan makanan serta pengembangan produk agar lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan pasar.
Pemilihan makanan kekinian menjadi tema pelatihan karena tren konsumsi saat ini tidak hanya dipengaruhi rasa. Tampilan produk, variasi menu, pengemasan, dan cara penyajian juga menjadi bagian yang diperhatikan konsumen, terutama generasi muda.
Karena itu, pelaku UMKM tidak cukup hanya mampu mengolah makanan. Mereka juga perlu membaca selera pasar dan mengembangkan produk agar memiliki nilai jual lebih.
Dukungan terhadap pengembangan UMKM juga datang dari DPRD Kabupaten Tuban. Ketua Komisi III DPRD Tuban Tulus Setyo Utomo, S.SOS., hadir dalam kegiatan tersebut.
"Secara politis dan ekonomis, UMKM adalah tulang punggung pertahanan negara dan daerah. Kami di dewan sangat mendukung langkah strategis Dinas Koperasi dan UKM ini. Membekali warga dengan kemampuan membuat produk yang adaptif dengan selera pasar zaman now adalah cara terbaik membangun ketahanan ekonomi dari desa. DPRD Tuban akan terus mem- back up kebijakan-kebijakan eksekutif yang secara langsung menyentuh hajat hidup orang banyak dan membuka lapangan kerja baru secara mandiri," ujar politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Tuban tersebut.
Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM di Kecamatan Plumpang diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan baru, tetapi mulai menerapkannya dalam pengembangan produk. Dengan begitu, produk kuliner lokal memiliki peluang lebih besar untuk bersaing, sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya usaha dan ekonomi keluarga. (sis jp/yav)










