Dari Persoalan Sekitar Jadi Karya, Tubernova Tahun Ini Buka Ruang Inovasi bagi Pelajar Tuban
- 02 October 2026 14:35
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 7
Tubankab – Persoalan yang ditemui pelajar di sekolah maupun lingkungan sekitar tidak harus berhenti sebagai bahan diskusi. Melalui kategori baru Inovasi Pelajar dalam Tubernova Award 2026, siswa SMP/MTs di Kabupaten Tuban mendapat ruang untuk mengubah persoalan tersebut menjadi karya dan solusi yang bermanfaat.
Kategori baru itu diperkenalkan melalui Sosialisasi Lomba Inovasi dalam rangka Penganugerahan Tuban Berinovasi (Tubernova Award) 2026 yang diikuti 201 kepala sekolah SMP dan MTs negeri maupun swasta, Jumat (2/10). Peserta terdiri atas 102 kepala sekolah SMP dan 99 kepala sekolah/kepala MTs.
Dalam sosialisasi tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Dr. Ir. Budi Wiyana, melihat inovasi pelajar sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi perubahan zaman. Karena itu, kemampuan siswa tidak cukup dibangun melalui penguasaan teori, tetapi juga perlu diarahkan pada kepekaan melihat persoalan, berpikir kritis, berkreasi, dan menghasilkan karya yang dapat diterapkan.
“Inovasi pelajar bukan hanya tentang menghasilkan sebuah karya, tetapi juga bagaimana anak-anak belajar melihat persoalan di sekitarnya, mencari solusi, dan berani mengembangkan gagasannya. Proses tersebut akan membentuk cara berpikir sekaligus pengalaman yang bermanfaat bagi mereka di masa depan,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, inovasi pelajar diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan kritis, kreatif, komunikasi, kolaborasi, sekaligus membangun ketangguhan dalam menghadapi kegagalan. Manfaatnya tidak berhenti pada siswa, tetapi juga dapat membentuk budaya belajar di sekolah dan melahirkan solusi atas persoalan di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Tuban, Abdul Rakhmat, S.T., M.T., menjelaskan kategori Inovasi Pelajar merupakan kategori baru dalam Tubernova Award 2026. Kehadirannya diarahkan untuk membangun ekosistem sekaligus menyiapkan regenerasi inovator muda di Kabupaten Tuban sejak jenjang SMP/MTs.
“Kategori ini kami hadirkan untuk memberi ruang yang lebih luas kepada pelajar dalam menuangkan ide dan kreativitasnya. Kami ingin sejak usia sekolah mereka terbiasa mengamati persoalan, mengembangkan gagasan, dan menghasilkan inovasi yang dapat memberikan manfaat,” jelasnya.
Untuk itu, imbuhnya, sekolah dan guru diharapkan menjadi bagian dari proses tersebut dengan memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan ide dan karya. Sosialisasi digelar sekaligus untuk menyamakan pemahaman mengenai pedoman teknis serta mengajak sekolah memfasilitasi keikutsertaan siswa dan guru pendamping.
Adapun karya yang dilombakan tidak dibatasi pada bentuk tertentu. Inovasi dapat berupa alat, proses, sistem, perangkat lunak, prototipe, produk barang atau jasa publik, maupun bentuk lainnya. Karya harus orisinal, tidak merupakan hasil plagiarisme, telah diuji coba atau diterapkan di Tuban, serta diharapkan memanfaatkan bahan baku lokal, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Selain menjadi ajang apresiasi, kompetisi ini juga disiapkan sebagai jalur pengembangan inovator muda Tuban. Pelajar yang berhasil menjadi juara tingkat kabupaten akan mendapat pendampingan dan dipersiapkan mewakili Kabupaten Tuban dalam Jatim Jagad Inovasi Award (JAWARA) Provinsi Jawa Timur 2027 yang diselenggarakan BRIDA Provinsi Jawa Timur.
“Kami berharap para pelajar tidak berhenti setelah mengikuti kompetisi di tingkat kabupaten. Bagi karya yang memiliki potensi, akan kami dampingi agar dapat dikembangkan dan dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi inovasi di tingkat Jawa Timur,” tambah Abdul Rakhmat.
Dengan demikian, Tubernova Award tidak berhenti pada pencarian karya untuk mendapatkan penghargaan. Ajang ini diarahkan untuk membiasakan pelajar melihat masalah di sekitar, merumuskan gagasan, mengujinya, kemudian menghasilkan inovasi yang dapat memberi manfaat bagi sekolah maupun masyarakat.
Adapun bagi Kabupaten Tuban, pola tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya inovasi sejak bangku sekolah. Dari ruang kelas dan lingkungan terdekat, ide-ide pelajar diharapkan tumbuh menjadi solusi yang dapat dibawa lebih jauh hingga tingkat provinsi. (yav)










