Dari Satu Kata, Warga Tuban Belajar Berani Bicara Bersama Nala Wicara
- 30 August 2026 13:22
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 26
Tubankab – Belajar berbicara dengan percaya diri ternyata bisa dimulai dari sebuah kata. Hal itu menjadi salah satu aktivitas yang mewarnai peluncuran Komunitas Nala Wicara melalui kegiatan perdana “Mari Bertumbuh Bersama” di Aula Lantai 2 Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Tuban, Minggu (30/8).
Kegiatan yang digelar bersama Komunitas Baca Bareng Tuban tersebut diikuti 33 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik hingga karyawan. Komunitas ini mengusung tagline “Berproses dari Hati, Bertumbuh Lewat Komunikasi”.
Nala Wicara hadir sebagai ruang belajar bersama bagi masyarakat Tuban untuk mengembangkan keberanian berbicara, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengasah kemampuan menyampaikan pesan secara baik dan efektif.
Komunitas tersebut digagas Nur Hasanah, atau yang akrab disapa Hasna. Perempuan berusia 26 tahun yang berprofesi sebagai penyiar RRI Tuban itu memiliki pengalaman sekitar lima tahun di bidang komunikasi. Ia juga aktif mengisi materi di sejumlah sekolah.
Berbekal pengalaman tersebut, Hasna kemudian mendirikan Nala Wicara sebagai wadah pengembangan diri bagi masyarakat Tuban.
"Komunitas ini lahir sebagai wadah bertumbuh bersama bagi masyarakat Tuban yang ingin belajar public speaking maupun teknik menyampaikan pesan dengan baik. Ke depannya, kami berkomitmen menyelenggarakan kegiatan edukatif secara rutin setiap bulan," ujar Hasna.
Kegiatan perdana Nala Wicara diawali sesi pembukaan yang dihadiri Jumiati, S.Pd., pustakawan sekaligus Pejabat Fungsional Tertentu (JFT) Perpustakaan Daerah Kabupaten Tuban. Dalam sambutannya, Jumiati mengapresiasi inisiatif tersebut dan berharap kehadiran Nala Wicara dapat mendorong lahirnya lebih banyak komunitas konstruktif di Tuban.
Pada kesempatan itu, Jumiati juga memperkenalkan layanan Perpustakaan Daerah Tuban yang kini dapat diakses masyarakat secara daring maupun luring. Setelah sesi pembukaan, peserta diajak menjelajahi koleksi buku di perpustakaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan membaca hening selama 30 menit untuk membangun kebiasaan membaca.
Usai membaca, peserta mengikuti sesi review buku. Suasana kemudian menjadi lebih interaktif ketika Hasna mengajak peserta berlatih komunikasi dan improvisasi. Peserta juga diminta menuliskan satu kata. Kata-kata tersebut kemudian dibagikan secara acak untuk dikembangkan menjadi bahan latihan berbicara dan berimprovisasi.
Di tengah kegiatan, peserta juga menyaksikan video sambutan Kepala Bidang Perpustakaan Kabupaten Tuban, Masykuri, S.Sos., yang berhalangan hadir secara langsung. Melalui tayangan tersebut, Masykuri menyampaikan dukungan terhadap kehadiran Nala Wicara sekaligus meresmikan komunitas secara simbolis.
"Di era arus informasi yang sangat cepat ini, tantangan terbesar kita bukan lagi keterbatasan akses membaca, melainkan bagaimana menumbuhkan kecintaan dan kebiasaan membaca di tengah masyarakat. Hadirnya Komunitas Nala Wicara merupakan angin segar dan sinyal positif bagi ekosistem literasi di Kabupaten Tuban," tutur Masykuri dalam tayangan video tersebut.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Tri Mei Apta Arjanti, pendidik dari Griya Ahe Ronggomulyo, menilai kegiatan itu penting bagi anak muda untuk mendapatkan wawasan baru.
Kesan serupa disampaikan Bella, seorang ibu rumah tangga. Ia mengaku memperoleh pengalaman sekaligus relasi baru melalui kegiatan tersebut. "Acara hari ini seru sekali. Selain mendapat teman baru. Sesi latihan mengolah satu kata menjadi kalimat ternyata bisa melatih cara kita berkomunikasi," ungkap Bella.
Melalui peluncuran tersebut, Nala Wicara berharap dapat terus menjadi ruang belajar bagi masyarakat Tuban untuk meningkatkan keberanian berbicara, mengasah keterampilan menyampaikan pesan, serta membangun komunikasi yang bermakna. (yav)










