Delapan Kadet Unhan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Tuban, Fokus pada Karakter dan Disiplin
- 13 October 2026 10:09
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 49
Tubankab – Delapan kadet mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) RI Sentul mendampingi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Tuban pada 11–27 Oktober 2026. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa, bukan penerapan kurikulum militer.
Pendamping kadet mahasiswa Unhan RI, Muhammad Hary Kusuma, yang bertugas sebagai teknisi sarana dan prasarana pada Bagian Umum Biro Keuangan dan Umum Unhan Kementerian Pertahanan RI, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Sosial yang bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan.
“Program ini sesuai instruksi dari kementerian, dan digelar secara serentak di seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua, dengan pembagian tugas di delapan wilayah,” ujarnya, Senin (12/10).
Menurut keterangannya, rutinitas siswa dimulai sejak bangun pagi dan salat Subuh, dilanjutkan olahraga, sarapan, serta apel pagi. Khusus setiap Senin, apel diganti dengan upacara. Setelah itu, siswa mengikuti materi yang disusun bersama kepala sekolah, meliputi wawasan kebangsaan, wilayah negara, cinta tanah air, dan nasionalisme.
Hary menjelaskan, kehadiran para kadet bertujuan melanjutkan dan memperkuat pembinaan yang sebelumnya telah dilakukan Kementerian Sosial, TNI, dan Polri. Menurut dia, kedisiplinan siswa secara umum sudah cukup baik. Mereka dapat diarahkan dan mengikuti kegiatan, meski masih memerlukan pendampingan.
“Mereka (para siswa SR, red) sudah sangat baik karena sebelumnya juga sudah mendapatkan pembekalan, sehingga kehadiran kami di sini hanya untuk memaksimalkan potensi mereka,” tegasnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa Sekolah Rakyat menerapkan pola pendidikan militer. Dikatakan dia, kegiatan lebih menekankan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, seperti melipat pakaian, merapikan lemari dan tempat tidur, menata peralatan makan, serta menerapkan tata cara makan yang baik.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Tuban, Vera Khairun Nisa, menilai keterlibatan para kadet menjadi bentuk perhatian terhadap pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa selama tinggal di asrama. Selain mendampingi, para kadet juga berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pola hidup tertib yang dapat diterapkan dalam keseharian siswa.
“Ini akan menjadi momen yang luar biasa, karena anak-anak bisa belajar secara langsung dan didampingi langsung oleh para kadet,” ujar Vera.
Ia menjelaskan, pembiasaan disiplin dan pola pengasuhan di asrama telah diterapkan sejak sekolah masih berstatus rintisan. Namun, seiring bertambahnya jumlah siswa, penguatan pembinaan tetap diperlukan agar kebiasaan positif tersebut berjalan konsisten.
Pada tahap awal, sekolah mendapat bantuan dari anggota Kodim 0811 untuk membina ketertiban siswa, mulai dari kerapian berpakaian, tata bicara, hingga perilaku sehari-hari. Selanjutnya, melalui program Kementerian Sosial, taruna dan taruni Akademi Kepolisian juga pernah hadir selama sekitar 10 hari dengan konsep pendampingan serupa.
“Mereka berbagi pola disiplin dari bangun pagi sampai tidur kembali. Harapannya anak-anak dapat mengikuti pola itu dengan baik,” tutupnya. (yav)










