Deteksi Kelainan Bayi Sejak Dini, Dinkes P2KB Tuban Latih Tenaga Medis Enam Rumah Sakit
- 08 September 2026 20:50
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 55
Tubankab - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban terus memperkuat layanan kesehatan bayi dan anak. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menindaklanjuti hasil evaluasi program Skrining Bayi Baru Lahir (SBBL) melalui pelatihan langsung atau On The Job Training (OJT) bagi tenaga medis di enam rumah sakit se-Kabupaten Tuban.
Pelaksanaan OJT dilakukan secara bergiliran dengan melibatkan tim gabungan dari Dinkes P2KB Tuban, Labkesmas Tuban, serta puskesmas pendamping. Kegiatan pertama dilaksanakan di Rumah Sakit Muhammadiyah Tuban, Selasa (8/9).
Plt. Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Tuban, drg. Roikan, M.H., menyampaikan bahwa OJT ditujukan untuk memastikan setiap prosedur medis di lapangan berjalan sesuai standar demi mendukung keselamatan dan kesehatan bayi.
“Pelatihan ini memfasilitasi lahan praktik langsung di ruang Neonatal dan Laboratorium. Kami melibatkan Kepala Ruang Perinatologi, Bayi, maupun Bersalin, serta petugas teknis pengambil dan pengirim sampel di setiap rumah sakit,” ujar drg. Roikan.
Kegiatan tersebut berfokus pada peningkatan kompetensi tenaga medis dalam proses pengambilan, penyimpanan, hingga pengiriman sampel darah bayi. Skrining ini mencakup tiga deteksi dini penyakit pada bayi baru lahir, yaitu Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK), Skrining Hiperplasia Adrenal Kongenital (SHAK), dan Defisiensi Glucose-6-Phosphate Dehydrogenase (G6PD).
Melalui sinergi lintas fasilitas kesehatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tuban berharap layanan deteksi dini kelainan bawaan pada bayi dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Tuban. (aris/yav)










