Petugas melakukan pemeriksaan kesehatan warga binaan dalam kegiatan deteksi dini TBC di Lapas Tuban. (ist)

Di Balik Tembok Lapas, 100 Warga Binaan Tuban Jalani Rontgen untuk Deteksi TBC

  • 28 September 2026 18:19
  • Yavid
  • 25

Tubankab – Di balik aktivitas warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tuban, perhatian terhadap kesehatan menjadi bagian penting yang tak terpisahkan. Sebanyak 100 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menjalani pemeriksaan rontgen dada (X-Ray) terintegrasi dan cek kesehatan gratis untuk mendeteksi dini Tuberkulosis (TBC), Senin (28/9).

Pemeriksaan itu digelar sebagai bagian dari upaya mengetahui kondisi kesehatan warga binaan sejak dini. Karena itu, kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban, Puskesmas Kebonsari, serta Yayasan Kemitraan Strategis Tuberkulosis Indonesia (STPI).

Kepala Lapas Kelas IIB Tuban, David Anderson Setiawan, A.Md.I.P., S.H., M.H., mengatakan pemeriksaan kesehatan secara berkala diperlukan untuk menjaga kondisi kesehatan warga binaan. Selain itu, pemeriksaan juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan Lapas yang sehat.

"Kesehatan warga binaan adalah prioritas kami. Melalui pemeriksaan tracing TBC berbasis X-Ray dan cek kesehatan gratis ini, kita dapat mendeteksi potensi penyakit sejak dini sehingga tindakan penanganan atau pengobatan bisa langsung diberikan secara cepat dan tepat," ujar David dalam sambutannya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Kabupaten Tuban, Syahrul Afifa Ratna Sari, S.K.M., mengatakan penjangkauan kelompok sasaran di lingkungan lembaga pemasyarakatan menjadi bagian penting dalam pengendalian TBC.

Menurutnya, pemeriksaan dengan metode X-Ray dada terintegrasi dapat membantu menemukan kasus TBC yang belum terdiagnosis secara klinis. Dengan demikian, pelayanan kesehatan dapat diberikan sesuai kondisi warga binaan yang diperiksa.

"Metode X-Ray dada terintegrasi ini sangat efektif untuk melacak kasus-kasus TBC yang belum terdiagnosis secara klinis. Bersama Puskesmas Kebonsari dan Yayasan STPI, kami berkomitmen untuk memastikan warga binaan mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang setara dan berkualitas," jelas Ratnasari.

Melalui pemeriksaan tersebut, kondisi kesehatan warga binaan dapat diketahui lebih dini. Selanjutnya, hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.

Dengan kolaborasi lintas lembaga itu, upaya pencegahan TBC tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan, tetapi juga melalui pemantauan kesehatan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan turut mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat. (aris/yav)

comments powered by Disqus