Dinkes P2KB Tuban Evaluasi Program KIA, Fokus Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
- 27 October 2026 16:03
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 152
Tubankab – Keselamatan ibu selama kehamilan dan persalinan serta kesehatan bayi menjadi perhatian dalam evaluasi Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Kabupaten Tuban. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memastikan pelayanan berjalan baik dan data kesehatan tercatat secara akurat. Untuk itu, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program KIA Triwulan III Tahun 2026 di Aula Aster Dinkes P2KB, Jalan Brawijaya Nomor 3, Selasa (27/10).
Kegiatan yang menghadirkan narasumber dr. Andy Sugiharto Wonodiharjo, Sp.OG tersebut berfokus pada upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), meningkatkan kualitas pelayanan Antenatal Care (ANC), serta mengevaluasi penggunaan Aplikasi IBUNA.
Dalam evaluasi tersebut, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah perbedaan data di sejumlah sistem pelaporan. Data ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, dan balita yang dilaporkan melalui SPM, IBUNA, SATA, SIGIZI, SBBL/Swalab, serta LB3/PWS masih perlu disinkronkan. Karena itu, validasi secara berkala diperlukan agar data yang digunakan dalam evaluasi program lebih lengkap dan sesuai.
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dan pengarahan Plt. Kepala Bidang Kesfarnakes, Rani Yunitasari, S.Farm., Apt., yang hadir mewakili Plt. Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Tuban, drg. Roikan, M.H. Dalam pengarahan tersebut, evaluasi disebut menjadi dasar untuk menilai pelaksanaan program sekaligus menentukan langkah perbaikan pelayanan kesehatan.
"Evaluasi ini menjadi tolak ukur keberhasilan sekaligus dasar pengambilan keputusan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan," demikian penegasan dalam pointer evaluasi kegiatan tersebut.
Pertemuan ini diikuti 35 peserta, terdiri atas penanggung jawab program KIA dari 33 puskesmas se-Kabupaten Tuban, perwakilan Klinik Arofah Pratama Semanding, pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Tuban, serta jajaran internal Dinkes P2KB Tuban.
Melalui kegiatan ini, Dinkes P2KB berharap para penanggung jawab program di puskesmas dan fasilitas kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelaporan serta mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi yang tersedia. Dukungan lintas sektor dan organisasi profesi IBI juga diperlukan untuk mewujudkan data KIA yang lebih lengkap dan valid.
Dengan data yang lebih akurat, hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan kesehatan, terutama untuk meningkatkan pelayanan bagi ibu dan anak di Kabupaten Tuban. (aris/yav)










