Dinkes P2KB Tuban Genjot Kualitas Layanan Lewat Penguatan Kompetensi PPPK Paruh Waktu
- 12 June 2026 14:02
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 46
Tubankab – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dimulai dari kesiapan sumber daya manusia. Atas dasar itu, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban menggelar evaluasi sekaligus tindak lanjut hasil Uji Kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, Jumat (12/6). Langkah ini dilakukan agar kemampuan teknis pegawai semakin adaptif terhadap sistem administrasi pemerintahan berbasis digital.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas hasil Uji Kompetensi Triwulan I yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tuban pada akhir April lalu. Berdasarkan surat pemberitahuan dari Sekretariat Daerah Kabupaten Tuban, uji kompetensi tersebut bertujuan mengukur kemampuan dasar pegawai dalam mengoperasikan instrumen administrasi pemerintahan.
Adapun aspek yang dinilai meliputi penguasaan Microsoft Office dasar, yakni Word dan Excel, serta aplikasi wajib daerah seperti SRIKANDI untuk tata naskah dinas elektronik, SIJEMPOL untuk administrasi kepegawaian, dan SITEMAN.
Dari total 35 PPPK Paruh Waktu di lingkungan Dinkes P2KB Tuban yang mengikuti uji kompetensi, sebanyak 15 pegawai meraih predikat Baik, 15 pegawai memperoleh predikat Cukup, sedangkan lima pegawai berada pada kategori Kurang.
Plt. Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Tuban, drg. Roikan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen instansi dalam melakukan pembinaan secara terukur, bukan sekadar penilaian administratif.
"Hasil evaluasi menunjukkan penguasaan Microsoft Office dan aplikasi SRIKANDI secara umum sudah merata dan berjalan baik. Namun, fokus utama pembinaan hari ini adalah penguatan pada aplikasi SIJEMPOL dan SITEMAN yang dirasa masih memerlukan adaptasi lebih mendalam oleh sebagian pegawai," ujar drg. Roikan.
Untuk memastikan peningkatan kompetensi berjalan efektif, Dinkes P2KB menerapkan pola tindak lanjut yang disesuaikan dengan hasil capaian masing-masing pegawai. Lima pegawai dengan kategori Kurang mendapatkan pendampingan personal, praktik langsung penyusunan dokumen, serta penugasan intensif dalam pengoperasian aplikasi SIJEMPOL dan SITEMAN.
Selain itu, 15 pegawai dengan kategori Cukup memperoleh pendalaman materi dan bimbingan berkala agar kemampuan teknis mereka terus meningkat. Adapun 15 pegawai dengan kategori Baik tetap mendapatkan monitoring guna menjaga performa, sekaligus diberdayakan sebagai mentor internal bagi rekan kerja lainnya.
Melalui program bimbingan teknis dan praktik langsung tersebut, para pegawai dilaporkan mulai menunjukkan progres positif dalam memahami alur kerja sistem administrasi digital yang digunakan.
Ke depan, Dinkes P2KB Tuban berkomitmen menjalankan pemantauan secara berkelanjutan serta mengintegrasikan hasil evaluasi tersebut sebagai bagian dari penilaian kinerja berkala PPPK Paruh Waktu. Langkah ini sejalan dengan arahan Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif, digital, dan berkinerja tinggi demi optimalisasi pelayanan kepada masyarakat. (aris/yav)










