Peserta mengikuti Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Tuban 2026 Batch 1 yang digelar Disbudporapar Tuban di Wisata Taman Sendang Beron, Kecamatan Rengel. (ist)

Disbudporapar Tuban Gelar Pelatihan Kewirausahaan Pemuda 2026, Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Kreatif

Tubankab – Menggali potensi lokal menjadi peluang usaha membutuhkan kreativitas, keberanian, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Untuk membekali generasi muda dengan keterampilan tersebut, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tuban menggelar Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Tuban 2026 Batch 1 di Wisata Taman Sendang Beron, Kecamatan Rengel, Sabtu (24/10)

Kegiatan yang difasilitasi Forum Pemuda Pelopor (FPP) Kabupaten Tuban tersebut dibuka langsung oleh Kepala Disbudporapar Kabupaten Tuban, Emawan Putra.

Ia mengatakan, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas generasi muda dalam mengembangkan potensi lokal menjadi peluang usaha yang produktif dan berkelanjutan.

"Pelatihan Batch 1 di Kecamatan Rengel merupakan tahap awal dari rangkaian program pengembangan kewirausahaan pemuda di Kabupaten Tuban," terangnya.

Menurut Emawan, program tersebut direncanakan berlanjut melalui Batch 2 di Kecamatan Jatirogo untuk memperluas jangkauan pembinaan dan memberikan kesempatan kepada lebih banyak pemuda untuk mengembangkan kemampuan berwirausaha.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pemateri dari berbagai latar belakang dihadirkan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para peserta.

Materi pertama membahas kebijakan dan program pengembangan kepemudaan serta kewirausahaan yang disampaikan oleh perwakilan Disbudporapar Kabupaten Tuban.

Selanjutnya, Syukur Fannani, pengelola Wisata Taman Sendang Beron, membagikan pengalaman mengenai pengelolaan dan pengembangan wisata lokal. Materi ini memberikan gambaran tentang bagaimana potensi daerah dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Perspektif kepeloporan pemuda disampaikan oleh Renita Ardiyanti, Pemuda Pelopor Jawa Timur sekaligus Founder JDOR. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya kreativitas, inisiatif, dan keberanian dalam mewujudkan gagasan menjadi kegiatan maupun usaha yang memberikan dampak positif.

Sementara itu, materi kewirausahaan kreatif dan pemanfaatan teknologi digital disampaikan oleh Affrizal Rizkillah, Ketua Forum Pemuda Pelopor Tuban, Ketua Relawan TIK Tuban, sekaligus Founder Kreatif TIK Studio.

Materi tersebut menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat promosi, membangun identitas usaha, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing produk dan layanan.

Melalui perpaduan materi dari unsur pemerintah, pengelola wisata, pemuda pelopor, dan praktisi teknologi, peserta mendapat wawasan bahwa peluang usaha dapat dikembangkan dari berbagai potensi di lingkungan sekitar. Kreativitas, pemanfaatan sumber daya lokal, kemampuan membangun jejaring, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi modal penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif dan tanya jawab. Melalui sesi tersebut, peserta berkesempatan menggali pengalaman para pemateri, bertukar gagasan, serta memperluas jejaring dengan sesama pemuda yang memiliki minat di bidang kewirausahaan.

Melalui pelatihan ini, Disbudporapar Kabupaten Tuban bersama Forum Pemuda Pelopor Tuban berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkannya dalam langkah nyata, mulai dari merintis usaha, mengembangkan produk kreatif, hingga memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Rangkaian Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Tuban 2026 yang berlanjut ke Kecamatan Jatirogo diharapkan semakin memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan dan menggali potensi ekonomi di wilayah masing-masing.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi pemuda serta menumbuhkan wirausaha muda yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing di Kabupaten Tuban. (chusnul/yav)

comments powered by Disqus