Pelaksanaan Monitoring BSAN untuk Kepala Sekolah dan Guru di Wilayah Kabupaten Tuban. (ist)

Disdik Tuban Gelar Monitoring BSAN untuk Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman

Tubankab – Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban menggelar kegiatan Penguatan Perencanaan Monitoring dan Penggunaan Aplikasi Monitoring Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) bagi sekolah dasar, Rabu (21/10). Kegiatan kolaborasi bersama INOVASI Jawa Timur ini bertujuan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta menunjang perkembangan peserta didik secara optimal.

Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 2 Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban. Peserta terdiri atas perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) dan guru dari 20 kecamatan, dengan total 40 orang yang sebelumnya pernah mengikuti Training of Trainer (ToT) BSAN di Dinas Pendidikan.

Kepala Bidang Pengelolaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Mokhamad Nurdin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa penerapan BSAN perlu didukung pengawasan yang konsisten terhadap aktivitas siswa dan kondisi lingkungan sekolah. Pengawasan dilakukan pada berbagai waktu, mulai sebelum pembelajaran, saat istirahat, hingga kepulangan siswa.

“Yang kedua juga Bapak, Ibu guru di sekolah melakukan pengawasan internal, utamanya pada waktu-waktu yang rawan,” ujar Nurdin.

Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik antara siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. Kepala sekolah diharapkan mampu menjadi pemimpin yang tegas dan bijaksana dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang siswa.

Aspek keselamatan sarana dan prasarana turut menjadi perhatian. Pendataan kondisi bangunan, termasuk atap dan plafon, perlu dilakukan secara terperinci sebagai dasar menentukan kebutuhan penanganan dan menjaga keselamatan warga sekolah.

Sementara itu, MERL Officer INOVASI Jawa Timur, Triyana Damayanti, menjelaskan bahwa aplikasi monitoring BSAN membantu dinas pendidikan, pengawas, dan kepala sekolah memanfaatkan data temuan untuk menyusun kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.

“Data hasil monitoring ini diharapkan benar-benar digunakan untuk menyusun kebijakan yang mendukung peningkatan karakter murid maupun warga sekolah,” kata Triyana.

Ia menjelaskan bahwa hasil monitoring dapat membantu sekolah mengenali aspek yang perlu dikembangkan, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan sosial emosional siswa. Data tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan program yang mendukung perkembangan karakter serta kualitas pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan perencanaan monitoring dan penggunaan aplikasi BSAN di sekolah masing-masing. Pemanfaatan data secara tepat diharapkan mendukung pengambilan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah sekaligus mewujudkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan nyaman secara berkelanjutan. (yav)

comments powered by Disqus