Wamenkomdigi Nezar Patria memberikan keterangan kepada awak media usai HUT ke-3 Sin Po TV di Jakarta Barat. (foto: Ahmad Tri Hawaari/Komdigi)

Disinformasi Meningkat, Wamen Nezar Minta Media Jadi Rumah Penjernih Informasi

Tubankab – Peredaran hoaks dan disinformasi di media sosial membuat masyarakat semakin rentan menerima informasi tanpa verifikasi. Di tengah kondisi tersebut, media arus utama diharapkan tetap menjalankan jurnalisme profesional untuk menjaga kualitas informasi yang diterima publik.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan pentingnya peran media sebagai sumber informasi yang kredibel. Hal itu disampaikan saat bertemu awak media usai peringatan HUT ke-3 Sin Po TV di Jakarta Barat, Minggu (18/10).

“Sin Po TV dan media-media arus utama yang lain bisa berdiri dengan tegak untuk bisa menjadi rumah penjernih informasi,” ujar Wamen Nezar.

Nezar menjelaskan, perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah lanskap komunikasi. Kini, masyarakat dapat berperan sebagai produsen sekaligus konsumen informasi. Kondisi ini menuntut media tetap berpegang pada kode etik dan prinsip jurnalisme profesional untuk menjaga ekosistem informasi yang sehat.

“Di tengah disrupsi teknologi media, terutama platform media sosial, yang masuk ke lanskap komunikasi kita saat ini, di mana semua orang bisa menjadi produsen informasi sekaligus juga konsumen informasi, kita tetap membutuhkan media yang menjalankan tugas-tugas jurnalistik sesuai kode etik secara profesional agar kita bisa menjaga lanskap informasi yang sehat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nezar menyoroti perubahan perilaku masyarakat yang semakin banyak mengakses informasi melalui media sosial tanpa penyaringan memadai. Situasi ini meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap hoaks, disinformasi, dan misinformasi, sekaligus menjadi tantangan bagi media untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip jurnalistik.

“Masyarakat lebih banyak menerima informasi dari media sosial tanpa filter sehingga kita melihat ada banyak korban hoaks, ada juga yang rentan menjadi korban disinformasi dan misinformasi,” ungkap Wamen Nezar.

Karena itu, Nezar mendorong Sin Po TV dan media lainnya untuk terus beradaptasi dengan perubahan teknologi sekaligus mempertahankan komitmen terhadap kebenaran. Profesionalisme jurnalistik dinilai penting agar media tetap menjalankan perannya sebagai sumber informasi yang kredibel bagi masyarakat.

“Tantangan untuk Sin Po TV dan Sin Po Media Grup adalah bagaimana bisa membaca gerak zaman ini dan gerak teknologi ini dengan tetap menerapkan prinsip-prinsip jurnalisme yang profesional. Hidupkan terus jurnalisme yang mengedepankan kebenaran,” pungkasnya. (*/yav)

comments powered by Disqus