Dorong Pelestarian Sejarah, Pemkab Tuban Resmikan Prasasti Canggu di Ngadirejo
- 08 July 2026 12:16
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 16
Tubankab – Peresmian Monumen Prasasti Canggu menjadi momentum penting bagi Desa Ngadirejo. Selain menandai penetapan Hari Jadi Desa (HJD) Ngadirejo ke-668, kegiatan yang berlangsung di Rest Area Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Selasa (7/7/2026), itu juga memperkuat upaya pelestarian sejarah sekaligus mendorong pengembangan potensi desa.
Peresmian monumen tersebut dihadiri Kepala Disnakerin Tuban, didampingi Camat dan Forkopimka Rengel serta Kepala Desa Ngadirejo. Hadir pula perwakilan Disbudporapar Tuban, komunitas Teropong Sejarah, dan Tim Misi Ekspedisi Bengawan Solo 2022.
Selama kegiatan berlangsung, Rest Area Desa Ngadirejo dipadati oleh warga yang menikmati pertunjukan kesenian tradisional dan mengunjungi stan UMKM. Prosesi peresmian berlangsung khidmat, diawali kirab yang dipimpin Kepala Desa bersama sebagian warga dan tamu undangan. Setibanya di lokasi monumen, perangkat desa membacakan terjemahan Prasasti Canggu, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan penetapan Hari Jadi Desa oleh Kepala Desa.
Pada kesempatan itu, Kepala Disnakerin Tuban, Rohman Ubaid, mengungkapkan Pemkab Tuban mengapresiasi komitmen Kepala Desa bersama perangkat dan warga dalam mempelajari sejarah Desa Ngadirejo. Semangat dan antusiasme tersebut diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan Desa Ngadirejo kepada masyarakat, baik dari sisi potensi wisata, edukasi, budaya, maupun kuliner. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih semarak pada tahun-tahun mendatang.
“Acara yang demikian khusus dan khas ini, layak kiranya, kedepan kita kembangkan lebih greng lagi,” serunya disambut tepuk tangan warga.
Berkenaan dengan sentra gerabah di Ngadirejo, Rohman Ubaid menyampaikan potensi kerajinan tersebut dapat terus dikembangkan. Pengembangan Gerabah Ngadirejo, Kecamatan Rengel, merupakan binaan Disnakerin Kabupaten Tuban pada 2025 melalui Program Pelatihan Pengembangan 11 Sentra IKM yang didanai DBHCHT.
Adapun proses pembinaan tersebut, imbuhnya, melibatkan berbagai pihak, termasuk instruktur dari ISI Yogyakarta. “Pada Festival Bengawan bulan Desember 2025, Ketua Dekranasda Kabupaten Tuban secara resmi melaunching Wisata Edukasi Gerabah desa Ngadirejo,” sambungnya.
Lebih jauh, ia menambahkan, pascaperesmian wisata edukasi gerabah, minat terhadap produk asli Desa Ngadirejo terus meningkat. Peminatnya berasal dari berbagai daerah, di antaranya Tambakboyo, Bancar, Widang, Plumpang, Soko, Semanding, Bojonegoro, hingga Surabaya.
Berangkat dari potensi tersebut, Pemkab Tuban akan terus mendorong pengembangan kerajinan gerabah agar tidak hanya menjadi wisata edukasi, tetapi juga berkembang menjadi sektor industri.
Sementara itu, Kepala Desa Ngadirejo, Gatot Srikuntolo, menuturkan keberadaan Desa Ngadirejo telah ada sejak masa Kerajaan Majapahit. Prasasti Canggu bertahun 1358 menjadi acuan penetapan Hari Jadi Desa. Sebelum ditetapkan, pihaknya telah melakukan kajian bersama komunitas sejarah.
“Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak, salah satunya Teropong Sejarah Tuban, jika sejarah desa tertulis di Prasasti Trowulan 1 atau Prasasti Canggu pada 1358, atau bertepatan 7 Juli 1358, pada lempeng 5 bari ke-6 yang tertulis I-Raçi atau sekarang berubah menjadi Ngadirejo. Ini adalah momen sejarah, dan kita akan terus melestarikan sejarah dan budaya,” terangnya.
Tak kalah penting, Gatot juga menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam pengembangan potensi desa. Selain kerajinan gerabah, pemerintah desa juga akan melengkapi kawasan tersebut dengan UMKM agar semakin menarik minat masyarakat.
“Di sini sudah ada edukasi kerajinan gerabah, dan pada tahun ini Insyaallah akan kami rilis UMKM nya. Kami berharap semua warga Ngadirejo bisa berkontribusi sekaligus bisa menciptakan lapangan kerja dan memunculkan potensi-potensi yang ada di desa untuk kemajuan desa,” pungkasnya. (ags/yav)










