Dukung Ketahanan Energi Nasional, Pemkab Tuban Fasilitasi Survei Seismik 2D Lamturo. (fuad)

Dukung Ketahanan Energi Nasional, Pemkab Tuban Fasilitasi Survei Seismik 2D Lamturo

Tubankab - Upaya menemukan potensi sumber minyak dan gas bumi di wilayah Tuban mulai memasuki tahap survei. Agar pelaksanaannya berjalan lancar dan masyarakat memahami tahapan pekerjaan di lapangan, Pemerintah Kabupaten Tuban memfasilitasi Expose dan Sosialisasi Survei Seismik Darat 2D Lamturo (Lamongan, Tuban, Bojonegoro).

Survei tersebut diselenggarakan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Pertamina EP Regional 4, dengan PT BGP Indonesia sebagai kontraktor pelaksana. Expose dan sosialisasi berlangsung di Ruang Rapat Dandang Wacono Sekretariat Daerah Kabupaten Tuban, Rabu (26/8).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program Pemerintah Republik Indonesia dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional, khususnya pencapaian target produksi minyak bumi. Karena itu, komunikasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan selama survei berlangsung.

Dalam agenda tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tuban, Agus Wijaya menyampaikan bahwa Pemkab Tuban siap mendukung kelancaran survei. Menurutnya, komunikasi kepada para pemangku kepentingan di wilayah terdampak perlu dilakukan secara luas agar tahapan dan teknis pekerjaan dapat dipahami masyarakat.

“Kegiatan ini akan melewati dua kecamatan di wilayah Tuban, yakni Kecamatan Widang dan Kecamatan Plumpang. Untuk detail desa-desa yang akan dilintasi, nanti akan dibahas lebih spesifik pada forum lanjutan bersama pemerintah kecamatan dan desa setempat. Harapannya, informasi tahapan dan teknis kegiatan di lapangan bisa tersampaikan secara utuh kepada masyarakat,” terang Agus Wijaya.

Selain komunikasi, aspek pemulihan kondisi lingkungan setelah pekerjaan juga menjadi perhatian. Agus meminta pihak penyelenggara disiplin melakukan reklamasi sehingga lubang bekas kegiatan maupun infrastruktur pendukung lainnya dikembalikan seperti semula dan tidak menimbulkan persoalan bagi masyarakat.

Adapun berdasarkan surat pemberitahuan resmi, survei Seismik 2D Lamturo mencakup tiga tahapan utama, yakni pengukuran lintasan atau topografi, pengeboran dangkal seismik (seismic shot hole drilling), dan perekaman data (recording).

Dalam pelaksanaannya, aktivitas survei berpotensi menimbulkan getaran, penutupan jalan sementara, hingga gangguan pada area lahan pertanian. Berkaitan dengan hal tersebut, penyelenggara menyatakan akan memberikan skema “ganti untung” kepada warga terdampak sesuai ketentuan dan kesepakatan yang berlaku.

Manager Exploration Planning & Operation PERTAMINA EP Cepu, Yulian Wahyudi, menjelaskan survei Seismik 2D Lamturo secara keseluruhan membentang sepanjang 1.600 kilometer. Survei tersebut menjadi tahapan untuk memperoleh gambaran kondisi bawah permukaan tanah sebelum dilakukan eksplorasi migas lebih lanjut.

“Kami sebagai tamu di Kabupaten Tuban sangat membutuhkan dukungan serta komunikasi terbuka. Hal ini penting untuk meminimalkan salah persepsi di awal. Kami berharap kemitraan strategis ini nantinya bermuara pada peningkatan perekonomian, baik di tingkat daerah maupun negara,” ujar Yulian.

Sejalan dengan itu, Analis Senior Departemen Operasi SKK Migas Jabanusa, Misbachul Munir, menyampaikan bahwa keberlangsungan industri hulu migas perlu berjalan selaras dengan hubungan yang baik bersama masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah.

“Kegiatan survei ini wilayahnya sangat luas, sehingga dinamika dengan masyarakat di lapangan adalah sebuah keniscayaan. Jika ada dinamika, kita kedepankan komunikasi dan konsolidasi untuk kepentingan bersama. Keselamatan kerja dan hubungan baik dengan warga lokal adalah indikator utama kesuksesan kegiatan ini,” tutur Munir. (fufu/yav)

comments powered by Disqus