Guru kelas awal mengikuti simulasi penerapan modul literasi kelas awal dalam kegiatan pembelajaran. (yavid)

Guru Kelas Awal di Tuban Dibekali Modul Literasi untuk Tingkatkan Kemampuan Membaca Siswa, Ini Tujuannya

Tubankab – Kemampuan membaca menjadi salah satu fondasi penting dalam proses belajar siswa kelas awal. Untuk mendukung kemampuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Pendidikan bersama INOVASI Jawa Timur berkolaborasi dalam penerapan modul literasi, penilaian, dan pembelajaran diferensiasi. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Dinas Pendidikan Tuban, Kamis-Jumat (24-25/9), itu diikuti 60 guru SD dari 20 kecamatan di Kabupaten Tuban.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program yang telah berjalan sejak 2025. Sebelumnya, dilakukan penilaian atau pemotretan kemampuan membaca siswa kelas 3 di seluruh Kabupaten Tuban. Hasil pemotretan itu kemudian menjadi bahan untuk menganalisis kemampuan membaca siswa sekaligus menentukan pendekatan pembelajaran yang sesuai.

Sejalan dengan hasil tersebut, kegiatan selama dua hari ini diarahkan pada simulasi dan praktik penerapan modul. Melalui proses tersebut, guru memperoleh pengalaman dalam menerapkan pembelajaran yang dapat mendukung perkembangan kemampuan membaca siswa, khususnya mereka yang berada pada kategori kurang dan sedang dalam hasil pemotretan.

Fasilitator Daerah INOVASI Jawa Timur Cahyadi Widi Wahyono menjelaskan, penerapan modul dilakukan melalui simulasi dan praktik bersama. Pendekatan tersebut diharapkan membantu guru menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan kemampuan membaca siswa.

“Pada kegiatan ini selama dua hari nanti kita akan melakukan simulasi dan praktik bersama penerapan modul agar anak-anak di kelas awal nanti tuntas dalam hal kegiatan kemampuan membaca,” kata Cahyadi, Kamis (24/9).

Selain itu, sebanyak 60 peserta yang hadir merupakan perwakilan dari 20 kecamatan di Kabupaten Tuban. Sebelumnya, para peserta juga telah mendapatkan pelatihan diseminasi terkait kemampuan membaca siswa.

Dengan bekal tersebut, para guru kemudian mengikuti rangkaian praktik untuk menganalisis hasil pemotretan kemampuan membaca dan menerapkan modul pembelajaran. Pengetahuan yang diperoleh selanjutnya diharapkan dapat dibagikan kepada guru lain di wilayah masing-masing.

Sejalan dengan itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban Drs. R. Moch. Dani Ramdani mengapresiasi pelaksanaan program yang berlangsung selama tiga tahun, mulai 2025 hingga 2027.

Menurut Dani, keterlibatan guru dari berbagai kecamatan menjadi bagian penting agar manfaat program dapat berkembang lebih luas. Karena itu, para peserta diharapkan mampu menyebarluaskan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh kepada sekolah lain.

“Harapan kita implementasi program ini tidak berhenti di bapak dan ibu sekalian, namun juga untuk 551 lembaga SD negeri di Tuban agar punya kemampuan yang sama,” ujar Dani.

Dengan demikian, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman pembelajaran bagi 60 peserta. Lebih dari itu, pengetahuan dan praktik yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mendukung peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa di sekolah masing-masing. (yav)

comments powered by Disqus