Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Tuban Perkuat Kolaborasi Pelestarian Lingkungan
- 09 July 2026 15:22
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 38
Tubankab – Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) menggelar Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Taman Keanekaragaman Hayati (Taman KEHATI) Tanggulangin, Desa Tanggulangin, Kecamatan Montong, Kamis (9/7). Mengusung tagline "Saatnya Bekerja untuk Iklim", kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat aksi nyata menghadapi perubahan iklim melalui penanaman pohon dan pengembangan kawasan konservasi keanekaragaman hayati.
Kegiatan dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Tuban, Agus Wijaya, mewakili Bupati Tuban, serta Anggota DPRD Kabupaten Tuban Komisi I, Siswanto. Turut hadir jajaran perangkat daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Montong, pemerintah desa, sekolah Adiwiyata, komunitas lingkungan, pelaku usaha, serta berbagai elemen masyarakat. Sekitar 150 peserta mengikuti rangkaian kegiatan di kawasan Taman KEHATI Tanggulangin.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 terselenggara berkat kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tuban dengan sejumlah pelaku usaha yang memiliki komitmen terhadap pelestarian lingkungan, yakni PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Tanjung Awar-Awar, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ), PT Pertamina Patra Niaga, PT Wings Surya, dan CV Sumber Pangan. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa upaya menjaga lingkungan memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan sebagai tanggung jawab bersama.
Sebagai bentuk aksi nyata, para peserta menanam 28 pohon endemik yang terdiri atas trenggulun, trembesi, kepuh, suren, sono kembang, dan kluwih. Seluruh jenis tanaman dipilih berdasarkan Desain Vegetasi Taman KEHATI Tanggulangin sehingga setiap pohon yang ditanam memiliki fungsi ekologis sesuai peruntukan blok vegetasi yang telah dirancang.
Penanaman tersebut merupakan tahap awal pengembangan Taman KEHATI Tanggulangin yang memiliki luas 14,21 hektare. Sesuai dokumen Desain Vegetasi, kawasan tersebut nantinya akan ditanami sebanyak 946 tanaman endemik yang tersebar pada sejumlah blok vegetasi sesuai karakteristik habitatnya. Pengembangan kawasan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas ekosistem, memperkaya keanekaragaman hayati lokal, meningkatkan daya resap air, serta memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang terbuka hijau yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban, Anthon Tri Laksono, menjelaskan penetapan Taman KEHATI Tanggulangin memiliki tujuan yang jauh lebih luas daripada sekadar penghijauan.
"Penetapan wilayah Desa Tanggulangin sebagai Taman Keanekaragaman Hayati tidak hanya bertujuan sebagai kawasan koleksi keanekaragaman hayati, tetapi juga sebagai upaya pemulihan ekosistem di wilayah yang merupakan kawasan rawan bencana kekeringan di Kecamatan Montong," ujarnya.
Lebih lanjut, Anthon menyampaikan keberadaan Taman KEHATI diharapkan menjadi kawasan konservasi tumbuhan lokal sekaligus sarana edukasi, penelitian, dan pembelajaran lingkungan hidup. Pengembangan kawasan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mendukung pencapaian target ruang terbuka hijau Kabupaten Tuban secara berkelanjutan.
Selain aksi penanaman pohon, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga diisi dengan talk show bertema pelestarian keanekaragaman hayati dan aksi iklim yang menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah, akademisi, dan praktisi lingkungan. Melalui forum tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya konservasi keanekaragaman hayati sebagai salah satu strategi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Kegiatan semakin semarak dengan penyelenggaraan Pameran Hari Lingkungan Hidup yang menampilkan berbagai inovasi pengelolaan lingkungan. Pameran tersebut menghadirkan stan Unit Pengelola Taman KEHATI Tanggulangin, TPS3R Omah Sampah Plumpang dengan budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik, Program Kampung Iklim (ProKlim) Kelurahan Kebonsari, Forum Bank Sampah Tuban, serta Sekolah Adiwiyata. Melalui pameran ini, masyarakat dapat melihat secara langsung berbagai praktik baik dalam pengelolaan sampah, konservasi keanekaragaman hayati, pendidikan lingkungan hidup, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.
Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Tuban berharap semangat "Saatnya Bekerja untuk Iklim" tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi gerakan kolektif yang diwujudkan melalui aksi nyata seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya ekosistem yang lestari, meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta mewariskan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang. (desi/yav)










