Haul ke-517 Sunan Bonang, Pemkab Tuban Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Kantong Parkir
- 24 June 2026 12:37
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 41
Tubankab – Meningkatnya jumlah peziarah yang diperkirakan memadati kawasan Makam Sunan Bonang pada pelaksanaan Haul ke-517 Sunan Bonang mendorong Pemerintah Kabupaten Tuban menyiapkan rekayasa lalu lintas guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, langkah ini dilakukan untuk memastikan arus kendaraan tetap aman, tertib, dan nyaman selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Untuk itu, pengaturan lalu lintas dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP), Kepolisian, TNI, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya.
Terkait pengaturan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban, Anthon Tri Laksono, S.Pi., menjelaskan rekayasa lalu lintas akan diberlakukan pada Kamis (25/6) mulai pukul 15.00 WIB hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Pengaturan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan pelaksanaan haul.
"Haul Sunan Bonang selalu menjadi magnet bagi peziarah dari berbagai daerah. Karena itu, diperlukan pengaturan lalu lintas yang matang agar mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar dan kegiatan keagamaan dapat berlangsung dengan tertib," ujarnya.
Dalam skema yang telah disiapkan, seluruh truk dan kendaraan besar akan diarahkan melintasi jalan lingkar (ring road). Dengan demikian, kepadatan lalu lintas di pusat kota dapat diminimalkan.
Selain itu, sejumlah ruas jalan di sekitar Alun-Alun Tuban dan kawasan Makam Sunan Bonang akan menerapkan akses terbatas atau selektif bagi kendaraan umum. Kebijakan tersebut dilakukan agar area yang menjadi pusat konsentrasi peziarah tetap kondusif dan aman.
Sementara itu, Jalan Ronggolawe akan diberlakukan satu arah dari timur ke barat guna mengurangi potensi kepadatan kendaraan di kawasan pusat kegiatan.
Di sisi lain, DLHP juga telah menyiapkan sejumlah kantong parkir bagi kendaraan pengunjung, di antaranya Kawasan Parkir Wisata Kebonsari, Parkir Pantai Boom, sepanjang Jalan Basuki Rahmat, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Ronggolawe, Jalan WR Supratman, dan Jalan Pattimura.
Adapun kendaraan dari arah barat akan diarahkan menuju area parkir di Kawasan Wisata Pantai Boom, kemudian keluar melalui Jalan Pasar Sore. Sementara itu, kendaraan dari arah timur akan dialihkan menuju kantong parkir yang telah ditentukan.
"Kami mengajak masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu, arahan petugas di lapangan, dan menggunakan lokasi parkir yang telah disediakan. Dengan kerja sama seluruh pihak, rekayasa lalu lintas ini diharapkan mampu menciptakan kenyamanan bagi peziarah maupun masyarakat yang beraktivitas di Kota Tuban," jelasnya.
Selain mengatur lalu lintas, pemerintah juga menata lokasi pedagang pada sejumlah titik yang telah ditentukan, antara lain di Jalan Yos Sudarso, Jalan KH Mustain, Jalan AKBP Soeroko, serta Jalan Veteran sisi barat. Penataan tersebut dilakukan agar aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan pergerakan peziarah.
Lebih lanjut, Anthon mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan memilih jalur alternatif apabila tidak memiliki kepentingan di kawasan pusat kota selama pelaksanaan haul. Menurutnya, rekayasa lalu lintas ini merupakan bentuk pelayanan pemerintah untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh masyarakat.
"Kami berharap pelaksanaan Haul Sunan Bonang tahun ini dapat berjalan lancar, khidmat, dan memberikan manfaat bagi semua pihak," pungkasnya. (ags/yav)










