Penampilan Reog Ponorogo dengan pakem tradisi asli menjadi daya tarik pagelaran di Desa Bejagung, Tuban. (agus)

Jaga Pakem Asli Reog Ponorogo, Wabup Dorong Jadi Daya Tarik Wisata Tuban

Tubankab – Menjaga Reog Ponorogo tetap tumbuh tanpa meninggalkan pakem aslinya menjadi semangat Paguyuban Budayawan Reog Ponorogo Guyub Rukun Kabupaten Tuban. Semangat tersebut diwujudkan melalui pagelaran Reog Ponorogo di Lapangan Watu Gajah, Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Minggu (6/9).

Paguyuban yang menjadi wadah bagi sejumlah kelompok Reog Ponorogo di Kabupaten Tuban tersebut kini beranggotakan 11 grup. Melalui pagelaran ini, mereka tidak hanya memberikan ruang bagi para seniman untuk tampil, tetapi juga mengenalkan tradisi Reog Ponorogo kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Ketua Paguyuban Budayawan Reog Ponorogo Guyub Rukun Kabupaten Tuban, M. Syukur, mengatakan pagelaran tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan sekaligus melestarikan kesenian Reog Ponorogo sesuai dengan pakem aslinya. Menurutnya, pagelaran kali ini sengaja digelar dengan mengikuti tradisi terdahulu.

Selain menjadi ruang pertunjukan bagi para seniman, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai tradisi Reog Ponorogo.

“Pagelaran ini kami laksanakan secara pakem asli, mengikuti tradisi terdahulu. Harapannya masyarakat, terutama generasi muda, dapat mengenal dan memahami Reog Ponorogo sesuai dengan pakemnya,” ungkapnya.

Syukur menjelaskan, kegiatan tersebut digelar untuk menyemarakkan HUT ke-81 RI. Untuk menambah semarak kegiatan, panitia juga menyediakan berbagai hadiah dan doorprize bagi masyarakat, di antaranya lima ekor kambing, lima unit sepeda, lima unit kipas, serta sejumlah hadiah berupa sembako.

Ia turut menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati Tuban. Kehadiran tersebut dinilai menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap upaya pelestarian Reog Ponorogo sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.

Sementara itu, Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Budayawan Reog Ponorogo Guyub Rukun yang konsisten menjaga dan mengenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat.

“Terima kasih dan apresiasi atas ikhtiar untuk terus melestarikan budaya asli Indonesia. Ini bukan hanya tentang pertunjukan, tetapi juga bagaimana nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya dapat terus dikenalkan kepada generasi muda,” ujar Wakil Bupati Tuban.

Wabup menegaskan, budayawan dan pegiat kesenian memiliki peran penting dalam menyampaikan nilai-nilai luhur melalui kebudayaan. Salah satunya melalui kesenian Reog Ponorogo yang memiliki nilai sejarah dan filosofi yang kuat.

Menurutnya, Reog Ponorogo yang telah terdaftar sebagai warisan budaya takbenda UNESCO merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

“Ini adalah budaya bangsa Indonesia yang harus terus kita uri-uri, kita jaga, dan kita wariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wabup Joko Sarwono menuturkan Pemkab Tuban juga membuka peluang pengembangan pagelaran Reog Ponorogo sebagai bagian dari agenda kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Tuban. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui kolaborasi antara paguyuban, budayawan, pegiat seni, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai event kebudayaan yang digelar secara rutin. Dengan demikian, kesenian Reog Ponorogo tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi para seniman, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata yang memperkaya khazanah budaya Kabupaten Tuban.

“Ini bisa kita kolaborasikan dengan OPD terkait. Bisa menjadi bagian dari event-event daerah, bahkan kalau memungkinkan menjadi salah satu agenda wisata tahunan Kabupaten Tuban, bersanding dengan berbagai budaya khas Tuban lainnya,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Tuban juga terus memberikan dukungan terhadap berbagai inisiatif masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan kesenian serta kebudayaan daerah. Pelestarian budaya dinilai penting agar kekayaan tradisi tetap hidup, dikenal, dan menjadi bagian dari identitas generasi mendatang.

“Pemkab Tuban akan selalu mendukung upaya-upaya pelestarian budaya. Karena budaya adalah identitas dan kekayaan yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya. (ags/yav)

comments powered by Disqus