Jurus, Debus, hingga Jidur, 22 Perguruan Silat Hidupkan Budaya Jawi di Tuban
- 04 October 2026 07:26
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 21
Tubankab – Jurus pencak silat berpadu dengan musik Jidur dan atraksi tradisional di halaman Masjid Baital Muflikhuun Kiring, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Sabtu (3/10). Sebanyak 22 perguruan pencak silat ambil bagian dalam Penampilan Kesenian Pencak Silat Khas Tuban 2026 yang mengusung semangat Nguri-uri Budaya Jawi.
Penampilan tersebut menjadi ruang untuk mengenalkan sekaligus menjaga seni pencak silat yang tumbuh di Kabupaten Tuban. Beragam perguruan turut tampil, mulai pencak silat khas Tuban seperti Standen dan Rodat hingga Kera Sakti, PSHT, GASPI, dan perguruan lainnya.
Sekitar 3.000 masyarakat turut menyaksikan rangkaian pertunjukan tersebut. Kegiatan dibuka Staf Ahli Bupati Tuban Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Didik Purwanto, S.Pd., M.Si., yang mewakili Bupati Tuban. Hadir pula Camat Semanding drh. R. Cipta Dwipriyata bersama jajaran perangkat Kelurahan Gedongombo.
Dalam sambutannya, Didik mengajak masyarakat terus menjaga dan melestarikan kebudayaan Jawa, khususnya seni pencak silat yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Tuban.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi pertunjukan seni dan budaya. Lebih dari itu, ajang ini menjadi ruang pertemuan berbagai perguruan silat dalam suasana persaudaraan.
“Kalau bisa ini dilaksanakan setiap tahun dan nanti didaftarkan ke MURI sebagai rekor,” tegasnya.
Rangkaian pertunjukan diawali dengan penampilan berbagai jurus dari para peserta. Setelah itu, penonton disuguhi sejumlah atraksi yang memacu perhatian, mulai Struman, Golong Duri Salak, makan semprong, pecah batako, aksi dilindas sepeda motor, hingga debus.
Tak hanya atraksi, suasana pertunjukan juga semakin hidup dengan iringan musik Jidur. Kesenian musik tradisional tersebut turut memberi warna pada penampilan pencak silat yang berlangsung di tengah masyarakat.
Panitia kegiatan, Teguh Pambudi Agung, M.Pd., mengatakan Penampilan Kesenian Pencak Silat tersebut digelar secara rutin setiap tahun oleh Masjid Baital Muflikhuun Kiring.
“Kegiatan ini rutin setiap tahun dan sebagai wujud nguri-uri Budaya Jawi, terutama pencak silat khas Tuban,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut terus berkembang menjadi agenda budaya yang dapat memperkenalkan kekayaan pencak silat Tuban kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan semakin mempererat tali persaudaraan antarpelaku dan perguruan pencak silat.
Melalui pertunjukan itu, pencak silat tidak hanya tampil sebagai seni bela diri. Di tangan para pelaku dan perguruan yang menjaganya, pencak silat juga menjadi bagian dari kekayaan budaya yang terus diwariskan kepada generasi muda.
Semangat Nguri-uri Budaya Jawi pun menemukan ruangnya di tengah masyarakat. Jurus, atraksi, dan iringan Jidur menjadi satu panggung yang memperlihatkan bahwa tradisi masih dapat hidup dan dinikmati lintas generasi di Tuban. (kdg/yav)










