Petugas Puskesmas Palang melayani warga dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Desa Leran Wetan. (ist)

Kenali Risiko Kesehatan Sejak Dini, 95 Warga Palang Ikuti Cek Kesehatan Gratis

Tubankab – Mengetahui kondisi kesehatan sejak dini menjadi langkah penting agar faktor risiko penyakit dapat diketahui dan ditindaklanjuti lebih cepat. Hal itu dimanfaatkan 95 warga melalui layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar UOBF Puskesmas Palang di Masjid Luhur Al-Mashurin, Dusun Karangdowo, Desa Leran Wetan, Kecamatan Palang, Minggu (13/9).

Sebagai dasar dari pelaksanaannya, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut surat DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur mengenai fasilitasi CKG. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari pelayanan kesehatan masyarakat yang melibatkan jamaah LDII dan warga sekitar.

Dalam pemeriksaan kesehatan tersebut, PC LDII Palang, H. Nur Efendi, S.T., mengatakan panitia sebelumnya menargetkan sekitar 100 peserta. Dari sasaran itu, sebanyak 95 warga hadir dan mengikuti pemeriksaan kesehatan yang disiapkan petugas Puskesmas Palang.

Menurutnya, kegiatan CKG memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Informasi hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian bagi peserta dalam menjaga pola hidup sehat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala UOBF Puskesmas Palang, drg. Yuningsih, menjelaskan pemeriksaan dilakukan melalui sejumlah skrining kesehatan. Petugas mengukur tinggi dan berat badan untuk mengetahui status gizi serta risiko obesitas. Pemeriksaan tekanan darah dilakukan untuk melihat risiko hipertensi, sedangkan gula darah acak digunakan untuk mengetahui risiko diabetes melitus.

“Intinya kita melakukan skrining di situ. Jadi kita lakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan untuk mengetahui status gizi dan obesitas. Kita juga melakukan pemeriksaan tekanan darah untuk risiko hipertensi, dan cek gula darah acak untuk mengetahui risiko diabetes melitus,” jelasnya.

Tidak hanya itu, petugas juga melakukan skrining aktivitas fisik, kesehatan gigi dan mulut, penglihatan, pendengaran, risiko tuberkulosis (TB), penyakit jantung, kanker, serta penyakit kulit seperti kusta, skabies, dan frambusia.

Khusus bagi peserta lanjut usia, pemeriksaan dilengkapi skrining geriatri untuk mengetahui kondisi kesehatan dan tingkat kemandirian. Dengan pemeriksaan itu, berbagai kondisi kesehatan maupun faktor risiko dapat diketahui lebih awal.

Sementara dari sisi tindak lanjut, Yuningsih menegaskan, CKG merupakan layanan skrining, bukan pengobatan. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, peserta akan mendapatkan formulir rujukan ke Pustu Leran Wetan atau Puskesmas.

“Harapan kami dengan adanya CKG ini, apabila ditemukan faktor risiko atau masalah kesehatan, dapat ditindaklanjuti sedini mungkin. Sehingga, masyarakat itu tetap sehat dan produktif, serta mencegah peningkatan angka disabilitas,” ujarnya.

Adapun di Kabupaten Tuban, fasilitasi CKG bagi LDII mencakup empat titik, yakni Kecamatan Palang, Semanding, Tuban, dan Singgahan. Namun, pada pelaksanaan serentak 13 September, kegiatan berlangsung di tiga kecamatan karena layanan di titik Kecamatan Tuban telah dilaksanakan pada bulan sebelumnya.

Melalui pemeriksaan tersebut, masyarakat dapat memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatannya sekaligus mengetahui faktor risiko yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut. (yav)

comments powered by Disqus