Kolaborasi Lintas Lembaga, Tuban Wujudkan Pangan Aman dan Bermutu
- 22 September 2026 12:52
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 17
Tubankab – Pangan yang aman dan bermutu menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Karena itu, kolaborasi lintas sektor terus dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelaku usaha maupun kelompok masyarakat mengenai keamanan pangan. Upaya tersebut menjadi semangat dalam Sosialisasi Keamanan Pangan Kabupaten Tuban yang digelar di Aula Dewi Sri, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban, Selasa (22/9).
Kegiatan yang diikuti 50 peserta dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kelompok Wanita Tani (KWT), serta Kelompok Tani ini terselenggara melalui kolaborasi DPRD Provinsi Jawa Timur, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, dan DKP2P Kabupaten Tuban. Untuk melengkapi pemahaman peserta, sosialisasi turut menghadirkan praktisi ahli dari Universitas Brawijaya yang memberikan materi mengenai keamanan dan mutu pangan.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Aulia Hany Mustikasari, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun sistem pangan yang aman dan berkelanjutan. Menurutnya, sosialisasi menjadi ruang untuk meningkatkan pemahaman sekaligus mengajak pelaku UMKM, KWT, dan kelompok tani turut menjaga keamanan pangan yang dihasilkan.
"Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah eksekutif, pelaku usaha, kelompok tani, dan masyarakat perlu terus diperkuat. Melalui edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan pangan yang dihasilkan semakin aman, bermutu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Aulia Hany mendukung keberlanjutan sinergi antara DPRD Provinsi Jawa Timur, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, serta Pemkab Tuban. Kerja sama lintas lembaga diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi dan pendampingan, termasuk dalam pemenuhan persyaratan keamanan serta perizinan pangan.
Melalui kerja sama tersebut, upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku pangan mengenai pentingnya keamanan pangan dapat dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari proses produksi hingga pangan dikonsumsi masyarakat. Selain keamanan, perhatian juga diarahkan pada mutu, gizi, dan pemenuhan persyaratan pangan.
Dari sisi pemerintah daerah, Kepala DKP2P Kabupaten Tuban, Eko Julianto, menyampaikan keamanan pangan menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan yang bermutu serta terjamin dari potensi kontaminasi. Pemkab Tuban terus memperhatikan ketersediaan bahan pangan yang beragam dan aman. Mutu bahan pangan juga dipantau untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Menurut Eko, Bupati Tuban memberikan perhatian terhadap kemudahan akses masyarakat dalam memperoleh bahan pangan yang aman dan berkualitas. Karena itu, penguatan keamanan pangan perlu dilakukan secara bersama-sama, mulai dari proses produksi hingga pangan dikonsumsi masyarakat.
"Momentum ini menjadi forum untuk meneguhkan komitmen bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan. Kabupaten Tuban memiliki peran penting dalam sektor pertanian dan menempati peringkat kelima sebagai penghasil padi di Jawa Timur," jelasnya.
Atas dukungan lintas lembaga yang diberikan, Kepala DKP2P Tuban ini menyampaikan apresiasi kepada DPRD Provinsi Jawa Timur dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur atas perhatian dalam mendukung ketersediaan pangan yang beragam dan aman di Kabupaten Tuban.
Ia berharap materi yang disampaikan dalam sosialisasi dapat diterapkan oleh para peserta, khususnya pelaku usaha dan kelompok tani. Hasil pertanian yang memenuhi persyaratan, lanjutnya, dapat diajukan untuk memperoleh perizinan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT).
"DKP2P Tuban selalu siap memberikan pendampingan dalam proses pengurusan perizinan PSAT. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat diterapkan sehingga produk pangan yang dihasilkan semakin terjamin keamanan dan mutunya," sambungnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Purwinto Nugroho, menjelaskan pengawasan keamanan pangan mencakup berbagai aspek, mulai dari kandungan gizi, mutu, hingga pelabelan pangan. Pengawasan juga meliputi pangan sehat yang berasal dari sumber nabati maupun hewani.
Melalui sosialisasi tersebut, Purwinto berharap kesadaran masyarakat, terutama pelaku usaha dan kelompok tani, semakin meningkat mengenai pentingnya menyediakan pangan yang sehat dan aman.
“Diharapkan kegiatan ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pangan sehat dan aman," tandasnya. (ags/yav)










