Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menyerahkan SK Pensiun kepada Kepala DPMPTSP Kabupaten Tuban yang memasuki masa purna tugas bersama ASN lainnya. (yavid)

Lepas 104 ASN Purna Tugas, Bupati Tuban: Masa Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

Tubankab - Satu per satu ASN yang telah menuntaskan masa baktinya maju menerima Surat Keputusan (SK) Pensiun di Ruang Rapat R.H. Ronggolawe Sekretariat Daerah, Senin (6/7). Momen itu menjadi penanda berakhirnya perjalanan dinas 104 aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban. Di balik seremoni tersebut, tersimpan puluhan tahun pengabdian yang telah mereka curahkan untuk melayani masyarakat, mulai dari ruang kelas, fasilitas kesehatan, hingga berbagai perangkat daerah.

Adapun penyerahan SK dilakukan bagi PNS dengan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Juli, 1 Agustus, dan 1 September 2026. Sebanyak 104 purnawirawan ASN yang mengikuti pelepasan terdiri atas 1 pejabat eselon II, 1 pejabat eselon III, 4 pejabat eselon IV/Jabatan Fungsional, 55 guru, 18 tenaga kesehatan, serta 25 pelaksana atau staf. Selain menerima SK pensiun, para peserta juga memperoleh informasi mengenai layanan PT Taspen (Persero) terkait pencairan hak pensiun dan Tabungan Hari Tua.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Wakil Bupati Tuban, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Kepala PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Utama Surabaya, jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban, serta perwakilan mitra bayar Taspen.

Pada kesempatan tersebut Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, S.E., menyampaikan penghargaan kepada seluruh ASN yang memasuki masa purna tugas. Menurutnya, dedikasi dan loyalitas yang diberikan selama bertahun-tahun telah menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

"Pengabdian Bapak dan Ibu merupakan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan pelayanan masyarakat," ujarnya.

Lebih jauh, Mas Lindra—sapaan akrab Bupati Tuban—itu menegaskan bahwa masa pensiun tidak identik dengan berakhirnya pengabdian. Justru, fase tersebut menjadi kesempatan untuk tetap berkarya dan mengambil peran di tengah masyarakat dengan bekal pengalaman yang telah dimiliki selama menjadi ASN. "Masa purna tugas bukanlah akhir dari sebuah pengabdian, melainkan babak baru untuk terus berkarya di tengah masyarakat," tuturnya.

Tak kalah penting, alumnus Universitas Airlangga itu turut mengajak para purna tugas mempersiapkan masa pensiun dengan menjaga kesehatan fisik dan mental, menerapkan pola hidup sehat, mengembangkan hobi yang selama ini tertunda, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kualitas ibadah. Menurutnya, keseimbangan jasmani dan rohani menjadi bekal penting untuk menikmati masa pensiun dengan tenang dan bahagia.

Tak berhenti di situ, orang nomor satu di Tuban itu juga mengingatkan para pensiunan untuk terus memperbarui literasi keuangan seiring berkembangnya zaman dewasa ini. Menurutnya, perkembangan teknologi turut diikuti dengan meningkatnya berbagai modus kejahatan siber yang dapat menyasar siapa saja, termasuk para pensiunan. 

Ia juga mengingatkan para pensiunan untuk terus memperbarui literasi digital, termasuk memahami perkembangan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, kemajuan teknologi turut dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menjalankan berbagai modus penipuan yang kian sulit dikenali. Karena itu, ia mengimbau para purna tugas lebih cermat saat menerima telepon, pesan singkat, maupun tautan yang mengatasnamakan lembaga keuangan atau instansi tertentu.

Menutup sambutannya, Mas Lindra menyampaikan terima kasih atas seluruh pengabdian para ASN purna tugas. Ia juga memohon maaf apabila selama mereka mengabdi masih terdapat hal-hal yang belum dapat diwujudkan oleh pemerintah. "Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tuban, saya memohon maaf apabila selama Bapak dan Ibu mengabdi kami belum bisa memberikan apresiasi yang lebih baik," tandasnya. (yav)

comments powered by Disqus