Momen peresmian Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas di Kabupaten Tuban yang dipimpin Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky. (yavid)

Menteri ESDM Resmikan Mini LNG Plant di Tuban, Investasinya Capai Rp1,1 Triliun

Tubankab – Kawasan industri di Kabupaten Tuban kembali bertambah dengan hadirnya fasilitas pengolahan gas bumi. Pada Kamis (25/6), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Aditya Halindra Faridzky dan Direktur Utama PT Sumber Aneka Gas (SAG), Agustus Sani Nugroho, meresmikan beroperasinya Mini Liquefied Natural Gas (LNG) Plant di Kabupaten Tuban. Fasilitas yang dibangun dengan investasi sekitar Rp1,1 triliun itu menjadi salah satu infrastruktur pengolahan gas bumi yang memperkuat pasokan energi nasional.

Berlokasi di Kecamatan Merakurak, Mini LNG Plant ini menambah infrastruktur pengolahan gas bumi di Kabupaten Tuban. Kehadirannya memperkuat posisi Tuban sebagai salah satu daerah tujuan investasi sektor energi sekaligus membuka akses distribusi gas bumi ke kawasan industri yang belum terjangkau jaringan pipa.

Adapun Mini LNG Plant ini mengolah gas bumi dari Lapangan Sumber 1-A yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java. Pasokan gas direncanakan berlangsung hingga 2036. Selanjutnya, gas tersebut diproses menjadi LNG, LPG, dan kondensat, serta didukung fasilitas Compressed Natural Gas (CNG). Produk LNG yang dihasilkan kemudian didistribusikan ke berbagai wilayah, mulai Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga luar Pulau Jawa.

Dalam sambutannya, Direktur Utama SAG, Agustus Sani Nugroho, mengatakan Mini LNG Plant dibangun untuk memperluas akses pemanfaatan gas bumi, terutama bagi kawasan industri yang belum terjangkau jaringan pipa gas.

"Dengan beroperasinya fasilitas Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas ini, kami siap mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui peningkatan nilai tambah sumber daya alam nasional, memperkuat ketahanan energi Indonesia, serta memastikan industri memperoleh pasokan energi yang andal dan bersih," ujarnya.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menilai beroperasinya fasilitas di Tuban menjadi bagian dari persiapan pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional. Menurutnya, Mini LNG Plant menghasilkan LNG, LPG, dan CNG yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri.

"Khusus CNG untuk kebutuhan di atas 12 kilogram sudah digunakan di hotel, restoran, dan kafe," kata Bahlil.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pemerintah masih menguji tabung CNG sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram. Apabila proses pengujian rampung sesuai target pada Juli atau Agustus mendatang, pemanfaatannya akan didorong secara lebih luas.

Sebagai informasi, Mini LNG Plant ini memiliki kapasitas pengolahan gas sebesar 15 MMSCFD. Dari kapasitas tersebut, fasilitas ini mampu memproduksi hingga 55.300 ton LNG per tahun, 9.800 ton LPG per tahun, serta 19.600 barel kondensat per tahun. Selain itu, fasilitas ini juga dilengkapi CNG Plant berkapasitas 6 MMSCFD yang mendukung distribusi energi ke kawasan yang belum terhubung jaringan pipa gas.

Di sisi lain, selain memperkuat pasokan energi nasional, pembangunan hingga operasional Mini LNG Plant telah menyerap sekitar 330 tenaga kerja. Dengan beroperasinya fasilitas ini, aktivitas ekonomi di Kabupaten Tuban diperkirakan akan semakin berkembang seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja dan usaha pendukung. Investasi tersebut juga memperkuat peran Kabupaten Tuban sebagai salah satu kawasan industri dan energi di Jawa Timur. (*/yav)

comments powered by Disqus