Nyalakan Api Literasi, MGMP Bahasa Indonesia SMP Tuban Ajak Pelajar Berkarya Lewat Kemah Sastra IV
- 21 October 2026 17:48
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 24
Tubankab – Gelak tawa dan wajah-wajah ceria berpadu dengan rimbunnya pepohonan Plezier Wonderland, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu. Di antara sejuknya suasana perkemahan, para remaja jenjang SMP se-Kabupaten Tuban larut dalam kesibukan merangkai kata, menorehkan ide dalam draf cerita, hingga berbagi tawa bersama kawan baru. Selama dua hari, Selasa–Rabu (20–21/10), ruang terbuka itu menjadi panggung bagi mereka untuk membaca, berkarya, dan bersua dalam gelaran Kemah Sastra IV.
Diprakarsai oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Tuban, kegiatan tahunan ini mengusung tema “Membaca, Berkarya, Bersua: Menyalakan Api Literasi”.
Terkait perkemahan tersebut, Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Tuban, Fajrin Muharom Affandi, S.Pd., menjelaskan bahwa Kemah Sastra bukan sekadar ajang unjuk kemampuan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk merawat eksistensi bahasa dan sastra di tengah perkembangan era digital, sekaligus mempertemukan keluarga besar pendidik Bahasa Indonesia.
“Melalui Kemah Sastra, siswa mendapat ruang untuk mengekspresikan gagasan, mengembangkan kreativitas, dan membangun kecintaan terhadap literasi. Kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan keluarga besar pendidik Bahasa Indonesia di Kabupaten Tuban,” jelas Fajrin, Rabu (21/10)
Sementara itu, Ketua MKKS SMPN Tuban sekaligus Pembina MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Tuban, Nanang Syafi'i, M.Pd., menekankan pentingnya menyediakan ruang ekspresi bagi siswa agar bahasa Indonesia tidak hanya dipelajari di ruang kelas, tetapi juga dicintai dan dihidupkan melalui berbagai kegiatan kreatif.
“Bahasa Indonesia tidak cukup hanya dipelajari di kelas, tetapi juga perlu dicintai dan dihidupkan melalui ruang-ruang ekspresi yang memberi kesempatan kepada siswa untuk berkarya,” demikian pesan yang ditekankan dalam pembukaan kegiatan.
Sebagai informasi, pada hari pertama, Selasa (20/10), rangkaian Kemah Sastra IV ini diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya adalah lomba baca puisi, mengarang cerita pendek, dan mendongeng. Ketiga cabang lomba tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan bersastra. Malam harinya, pentas seni dan malam keakraban menghadirkan beragam pertunjukan, mulai dari musik hingga drama teatrikal, sekaligus mempererat kebersamaan antarpeserta dan guru pendamping.
Pada hari kedua, Rabu (21/10), peserta mengikuti kunjungan literasi ke Museum Kambang Putih dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban untuk mengenal sejarah, arsip, serta kesastraan daerah. Sementara itu, guru pendamping mengikuti Workshop Penulisan Jurnalistik yang membahas pengemasan berita sekolah, teknik wawancara, dan penulisan berita yang tajam serta populer. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, peserta kembali ke arena perkemahan.
Di penghujung kegiatan, Kepala Bidang Pengelolaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Siswo Suwarko, S.Pd., M.Pd. menekankan pentingnya pengalaman belajar di luar kelas untuk mendukung pengembangan kreativitas dan kecintaan siswa terhadap bahasa dan sastra.
“Kegiatan seperti Kemah Sastra menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenal sejarah dan budaya daerah,” ujarnya.
Dari arena perkemahan hingga ruang museum dan perpustakaan, Kemah Sastra IV menghadirkan pengalaman belajar yang memadukan sastra, seni, sejarah, dan jurnalistik. Melalui perjumpaan dan pengalaman tersebut, semangat membaca, berkarya, dan bersua diharapkan terus tumbuh di kalangan siswa, sekaligus menjaga api literasi tetap menyala di Bumi Tuban. (yav)










