Pemkab Tuban Perkuat Pendampingan Bumil dan Balita Risiko Tinggi di Semanding
- 26 May 2026 15:58
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 38
Tubankab - Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) kembali memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak melalui kegiatan pendampingan balita risiko tinggi (risti) dan ibu hamil risiko tinggi di UOBF Puskesmas Semanding, Selasa (26/5). Kegiatan ini menyasar 10 balita risti dan 10 ibu hamil risti sebagai upaya deteksi dini sekaligus pencegahan komplikasi kesehatan.
Pada kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemeriksaan dan pendampingan langsung dari dokter spesialis sesuai kebutuhan masing-masing pasien. Untuk ibu hamil risti, pendampingan dilakukan oleh DR.dr R. Slamet Soeprijadi, SpOG(K).SH.MH.CMC.FISQua. Sementara itu, balita risti mendapatkan pemeriksaan dari dr. Lucy Pravitasari, M.Sc, Sp.A.
Selain pemeriksaan, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan kapasitas tenaga kesehatan di tingkat puskesmas. Dengan pendampingan dokter spesialis, tenaga medis dapat meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap gangguan kesehatan pada ibu hamil maupun anak, sehingga penanganan dan rujukan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Terkait giat tersebut, Plt. Kepala Dinkes P2KB Tuban, drg. Roikan, M.M., melalui Plt. Bidang Fasilitas Kesehatan dan Farmasi Kesehatan (Faskes Farnakes) Dinkes P2KB Kabupaten Tuban, drg. Yuningsih, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendampingan terhadap kelompok risiko tinggi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.
Menurut keterangannya, kehadiran tenaga spesialis di tingkat pelayanan dasar diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat serta memperkuat kualitas pelayanan primer.
“Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan ibu hamil dan balita dengan risiko tinggi mendapatkan perhatian khusus sejak dini,” ujarnya.
Lebih lanjut, melalui kegiatan ini Dinkes P2KB Kabupaten Tuban juga mendorong penguatan koordinasi antara puskesmas dan fasilitas kesehatan rujukan. Dengan demikian, kasus kesehatan pada ibu dan anak dapat ditangani lebih optimal guna menekan risiko komplikasi, stunting, serta angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tuban. (yavid)










