Peringati Harganas ke-33, Dinkes P2KB Tuban Fasilitasi 108 Akseptor KB MOW dan MOP
- 03 July 2026 15:55
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 28
Tubankab – Kesadaran masyarakat Kabupaten Tuban untuk merencanakan keluarga melalui metode kontrasepsi jangka panjang terus meningkat. Hal itu terlihat dari tingginya antusiasme warga mengikuti pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) berupa Medis Operatif Wanita (MOW) dan Medis Operatif Pria (MOP) yang digelar Pemerintah Kabupaten Tuban dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33.
Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) memusatkan pelayanan tersebut di Rumah Sakit (RS) Medika Mulia Tuban, Jumat (3/7(. Dalam acara tersebut, sebanyak 100 akseptor wanita tercatat siap menjalani prosedur MOW atau tubektomi. Selain itu, 8 akseptor pria mengikuti prosedur MOP atau vasektomi.
Adapun rangkaian kegiatan diawali dengan screening atau pemeriksaan kesehatan awal bagi seluruh calon akseptor. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan peserta memenuhi syarat sebelum menjalani tindakan medis. Selanjutnya, pelaksanaan operasi dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (4/7).
Plt. Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB), dr. Triani, mengatakan pelayanan KB MOW dan MOP massal merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka kelahiran yang tidak direncanakan sekaligus mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera dan berkualitas di Kabupaten Tuban.
Lebih lanjut, dr. Triani menjelaskan bahwa metode kontrasepsi permanen tersebut memiliki berbagai manfaat bagi masyarakat. Selain memiliki tingkat efektivitas yang sangat tinggi, mendekati 100 persen dalam mencegah kehamilan, MOW dan MOP juga tidak memengaruhi fungsi hormonal maupun produktivitas sehari-hari.
"Bagi masyarakat, manfaatnya sangat besar. Pasangan suami istri bisa lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan ekonomi, kualitas pengasuhan, serta menjamin pendidikan anak secara optimal tanpa perlu khawatir dengan risiko kehamilan yang tidak direncanakan. Ini adalah fondasi penting dalam membangun ketahanan keluarga," imbuhnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Tuban, drg. Roikan, M.H., menyampaikan apresiasi kepada RS Medika Mulia Tuban selaku mitra pelaksana yang telah menyediakan fasilitas dan tenaga medis profesional. Dukungan tersebut membuat seluruh rangkaian pelayanan serta pemantauan kesehatan akseptor dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sesuai standar operasional prosedur.
Pada kesempatan yang sama, Direktur RS Medika Mulia Tuban, dr. Hartono, menyambut baik kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tuban kepada rumah sakitnya sebagai lokasi pelaksanaan bakti sosial tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan fasilitas dan tim medis yang kompeten untuk memastikan seluruh rangkaian pelayanan berjalan lancar. (aris/yav)










