Peringati Hari Cerebral Palsy Sedunia, SLB ABD Negeri Tuban Ajak Masyarakat Lihat Potensi, Bukan Keterbatasan
- 07 October 2026 22:21
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 25
Tubankab – Bagi anak-anak dengan cerebral palsy, kesempatan untuk berinteraksi dan berkembang menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka. Karena itu, pemahaman masyarakat terhadap kondisi dan potensi mereka perlu terus dibangun. Pesan tersebut disampaikan Sekolah Luar Biasa (SLB) ABD Negeri Tuban melalui sosialisasi dan kampanye kepedulian dalam rangka memperingati Hari Cerebral Palsy Sedunia di GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban, Selasa (6/10).
Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Cerebral Palsy Sedunia tersebut diikuti anak-anak dengan cerebral palsy bersama orang tua, didampingi kepala sekolah dan guru. Di kawasan GOR, mereka membagikan suvenir dan stiker kepada masyarakat sebagai bagian dari kampanye untuk mengenalkan cerebral palsy sekaligus mengajak publik lebih peduli.
Tak sekadar mengenalkan cerebral palsy, kegiatan itu juga menjadi ruang untuk menyampaikan bahwa anak-anak dengan kondisi tersebut memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Kesempatan untuk belajar, berinteraksi, dan berpartisipasi di lingkungan sosial menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam proses tumbuh kembang mereka.
Kepala SLB ABD Negeri Tuban Vetra El Rahma mengatakan, peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia menjadi kesempatan untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap anak-anak dengan cerebral palsy.
“Anak-anak dengan Cerebral Palsy bukan anak yang perlu dikasihani, mereka adalah anak-anak istimewa yang perlu diberi kesempatan,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Rabu (7/10).
Menurut Vetra, keterbatasan yang dimiliki anak bukan menjadi alasan untuk membatasi ruang tumbuh mereka. Sebaliknya, potensi yang ada perlu terus dikembangkan melalui pendidikan, pendampingan, serta kesempatan untuk berinteraksi dengan lingkungan.
“Di SLB ABD Negeri Tuban, kami tidak melihat keterbatasan, kami melihat potensi. Setiap gerakan kecil mereka adalah sebuah perjuangan besar, setiap senyum mereka adalah kemenangan,” tuturnya.
Pandangan tersebut, lanjut dia, juga menjadi dasar dalam pelaksanaan peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia. Sebab, membangun lingkungan yang lebih peduli dan inklusif tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan guru, orang tua, dan masyarakat.
Sejalan dengan itu, SLB ABD Negeri Tuban berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang ramah, adaptif, dan penuh kasih. Pendekatan tersebut dilakukan untuk mendukung anak-anak dengan cerebral palsy agar berkembang sesuai potensinya, mandiri, berdaya, dan bahagia.
“Peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia ini menjadi momentum bagi kita semua untuk mengubah cara pandang, yakni dari iba menjadi peduli, dari mengucilkan menjadi merangkul. Karena mereka tidak berbeda, mereka hanya istimewa,” tegas Vetra.
Pada akhirnya, kampanye tersebut bukan sekadar peringatan tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ajakan untuk memberi ruang yang setara bagi anak-anak dengan cerebral palsy agar dapat tumbuh, berinteraksi, dan menunjukkan kemampuan mereka di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, SLB ABD Negeri Tuban berharap pemahaman masyarakat terhadap keberadaan dan potensi anak-anak dengan cerebral palsy semakin tumbuh. Dengan kepedulian dan lingkungan yang inklusif, mereka diharapkan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkembang dan mengambil bagian dalam kehidupan sosial. (yeni dh/yav)










