Peringati Maulid Nabi 1448H, Wabup Tuban Ajak ASN Meneladani Rasulullah dalam Pelayanan
- 08 September 2026 12:07
- Yavid
- Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati,
- 20
Tubankab – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi kesempatan bagi jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Tuban untuk kembali melihat cara mereka menjalankan amanah pemerintahan. Dari Pendopo Kridha Manunggal, Wakil Bupati Tuban Drs. Joko Sarwono mengajak para aparatur menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai pijakan dalam bekerja dan melayani masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Pendopo Kridha Manunggal Tuban, Selasa (8/9). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, unsur Forkopimda Tuban, jajaran kepala OPD, ASN di lingkungan Pemkab Tuban, perwakilan instansi perbankan, PDAM Tuban, serta tamu undangan lainnya.
Peringatan tersebut menghadirkan KH. Lukman Syafi’i dari Blitar sebagai penceramah. Dalam kesempatan itu, Wabup menekankan bahwa Maulid Nabi tidak semestinya berhenti sebagai agenda rutin tahunan. Menurutnya, peringatan tersebut perlu menjadi ruang untuk merefleksikan sikap dan perilaku, terutama bagi ASN yang setiap hari menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Ini bukan hanya sekadar rutinitas, bukan hanya sekadar seremonial belaka. Momentum ini sangat penting untuk kita mengambil refleksi. Refleksi ini harus membawa arti dan makna, membawa perubahan terhadap sikap dan perilaku yang kita laksanakan sehari-hari,” ujar Joko.
Karena itu, ia mengajak para ASN meneladani sifat Rasulullah dalam menjalankan amanah. Nilai shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah, menurut Joko—sapaan akrab Wakil Bupati Tuban, memiliki keterkaitan erat dengan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Shiddiq atau kejujuran, misalnya, menjadi landasan bagi aparatur untuk menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Sementara amanah mengingatkan setiap pemimpin dan aparatur untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang dipercayakan kepadanya.
Adapun tabligh dapat diterapkan melalui keterbukaan dalam memberikan pelayanan dan informasi kepada masyarakat. Dalam hal ini, Joko Sarwono mengingatkan agar aparatur memberikan akses pelayanan secara mudah dan tidak mempersulit masyarakat.
“Yang mudah jangan dipersulit. Yang bisa memberikan akses sepenuhnya kepada masyarakat terkait dengan informasi pelayanan, kita mudahkan kepada mereka. Ini juga menjadi bagian dari kita untuk merefleksikan diri kita,” katanya.
Sementara itu, sifat fathonah atau kecerdasan dapat diterjemahkan dalam kemampuan aparatur mengambil kebijakan secara bijak, memberikan solusi, serta mendorong inovasi dalam pelayanan publik. Dengan demikian, keteladanan Rasulullah dapat hadir dalam praktik pemerintahan sehari-hari dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Melalui peringatan tersebut, Wabup Tuban berharap setiap momentum Maulid Nabi dapat mendorong perubahan yang lebih baik dalam pelaksanaan tugas ASN. Nilai-nilai yang dipelajari dari keteladanan Rasulullah diharapkan tidak berhenti dalam forum pengajian, tetapi turut tercermin dalam sikap, perilaku, serta pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mengajak, agar momentum Maulid Nabi ini betul-betul bisa membawa perubahan kepada kita. Perubahan yang semakin baik dari setiap tahun kita rayakan dan kita peringati, tentunya harus bisa memberikan manfaat yang lebih besar dan lebih baik,” pungkasnya. (yav)










