Pelaku UMKM desil 1–4 mengikuti pelatihan kewirausahaan produk bakery. (ist)

Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desil 1–4, Diskopumdag Tuban Gelar Pelatihan Bakery

Tubankab – Berbekal keterampilan membuat roti dan aneka produk bakery, ratusan warga dari kelompok masyarakat desil 1–4 di Kabupaten Tuban diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Produk Bakery yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban di Pendopo Kecamatan Tuban, 14–17 Juli 2026.

Pembukaan pelatihan dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Tuban Tulus Setyo Utomo, Kepala Diskopumdag Kabupaten Tuban Gunadi, Kepala Bidang UMKM Diskopumdag Nindya Mawardhani, narasumber, serta para peserta pelatihan.

Kepala Diskopumdag Kabupaten Tuban, Gunadi, menjelaskan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Tuban dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, khususnya perempuan yang menjadi kepala keluarga sekaligus penopang ekonomi rumah tangga.

Menurutnya, sektor UMKM terbukti menjadi salah satu penyangga utama perekonomian daerah. Pengalaman saat pandemi Covid-19 menunjukkan UMKM mampu bertahan di tengah berbagai tantangan ekonomi sekaligus menjadi sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

"Karena itu, UMKM membutuhkan sentuhan dan perhatian khusus dari pemerintah agar mampu berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat," ungkap Gunadi, Selasa (14/7).

Lebih lanjut, Gunadi menambahkan produk bakery dipilih sebagai materi pelatihan karena memiliki peluang pasar yang luas. Permintaan terhadap produk roti dan aneka kudapan terus meningkat, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga konsumsi di berbagai instansi dan perkantoran.

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan memproduksi roti yang bercita rasa baik, higienis, dikemas secara menarik, serta memiliki daya saing di pasar yang lebih luas. Selain keterampilan produksi, peserta juga mendapatkan materi mengenai manajemen usaha, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan platform digital sebagai sarana memperluas jangkauan pasar.

"Pemkab Tuban akan terus mendampingi pengembangan UMKM, mulai dari fasilitasi perizinan, sertifikasi halal, peningkatan kualitas kemasan, akses pembiayaan, hingga pemasaran. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Gunadi mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap ilmu dari para narasumber. Adapun pemateri yang dihadirkan merupakan praktisi komunikasi digital dan chef profesional sehingga ilmunya dapat diterapkan dalam pengembangan usaha masing-masing.

Sementara itu, Kepala Bidang UMKM Diskopumdag Kabupaten Tuban, Nindya Mawardhani, menjelaskan pelatihan diikuti total 180 pelaku UMKM dari kelompok masyarakat desil 1–4. Para peserta mengikuti pelatihan secara bertahap dalam dua gelombang, masing-masing sebanyak 90 orang di Kecamatan Tuban dan Kecamatan Semanding. Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan, meningkatkan nilai tambah produk, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

"Sekaligus menjadi wujud pengembangan UMKM secara berkelanjutan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi produk, serta kemampuan mengelola usaha," ujarnya.

Nindya berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan sehingga mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

"Dengan semakin banyak wirausaha baru yang tumbuh dan berkembang, ekosistem UMKM di Kabupaten Tuban akan semakin kuat sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," pungkasnya. (ags/yav)

comments powered by Disqus