Puncak peringatan Haul ke-517 Sunan Bonang diisi pengajian umum dan doa bersama yang dihadiri ribuan jemaah dari berbagai daerah di kawasan Makam Sunan Bonang, Tuban. (alfin)

Ribuan Jemaah Padati Puncak Haul Sunan Bonang, Wabup Tuban: Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Tubankab – Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati kawasan Makam Sunan Bonang pada puncak peringatan Haul ke-517 Sunan Bonang, Kamis (25/6) malam. Selain dihadiri masyarakat Kabupaten Tuban, jemaah juga datang dari Lamongan, Bojonegoro, Rembang, dan sejumlah daerah lainnya untuk mengikuti pengajian umum yang menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan.

Sebelum pengajian puncak digelar, panitia bersama Yayasan Maqbarot Sunan Bonang telah menyelenggarakan berbagai agenda sejak 16 Juni 2026. Kegiatan tersebut meliputi pertemuan alim ulama, ziarah makam, Tahtimul Quran Bin Nador, khitanan massal, Tahtimul Quran Bil Ghoib, pentas selawat dan seni hadrah, hingga tahlil akbar.

Ketua Panitia Haul, Mirza Ali Mansur, menjelaskan bahwa pelaksanaan haul tahun ini membawa visi menjaga warisan ajaran waliyullah agar tetap kokoh di tengah arus perubahan zaman. Menurutnya, pelestarian tradisi menjadi fondasi penting dalam menciptakan keharmonisan di tengah masyarakat.

"Haul Sunan Bonang tahun ini mengusung tema merawat tradisi, memperkuat eksistensi, dan menjaga harmoni. Tema ini diusung sebagai bentuk semangat untuk terus melestarikan Haul Sunan Bonang yang telah mengakar menjadi tradisi sekaligus wujud eksistensi di tengah derasnya gelombang perubahan global dewasa ini. Maka keberadaan tradisi yang eksis, yang tetap terawat akan menjadi modal dasar mewujudkan harmoni di masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Tuban," ungkap Mirza.

Selain itu, Mirza menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tuban, jajaran Forkopimda, serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Tuban, Drs. Joko Sarwono, menegaskan bahwa Haul Sunan Bonang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus memberikan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Kegiatan haul sunan bonang tidak hanya sekedar seremonial peringatan wafatnya Sunan Bonang semata, akan tetapi lebih dari itu adalah bagaimana kegiatan ini mampu merawat dan terus menumbuh kembangkan spirit meneladani budi luhur Sunan Bonang dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, yaitu nilai dan jiwa pengabdian serta perjuangan untuk kemaslahatan umat. Yang tidak kalah penting dari kegiatan haul Sunan Bonang adalah bergeraknya roda perekonomian masyarakat secara signifikan," terangnya.

Pada puncak pengajian tersebut, KH. Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, menyampaikan tausiyah di hadapan lautan jemaah. Ia mengajak masyarakat meneladani metode dakwah Sunan Bonang yang damai, menyejukkan, dan mampu merangkul budaya lokal melalui kesenian sehingga mudah diterima oleh masyarakat.

Lebih lanjut, Gus Yusuf berpesan agar tradisi keagamaan seperti tahlil, ziarah, dan pengajian umum terus dirawat sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama. Menurutnya, di tengah berbagai tantangan modernisasi, momentum haul diharapkan dapat memperkuat ukhuwah, menjaga kerukunan antarsesama, sekaligus menjadi sarana muhasabah agar umat senantiasa istikamah meningkatkan ketakwaan dan mengamalkan ilmu di tengah masyarakat. (fufu/yav)

comments powered by Disqus