Santri MA Sains Bina Insan Kamil Tuban Ciptakan Robot Penyiram Tanaman Otomatis Berbasis IoT
- 31 January 2026 18:32
- Yavid
- Umum,
- 16
Tubankab – Inovasi dari dunia pendidikan kembali lahir di Kabupaten Tuban. Seorang santri kelas XI MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, Humaira Ramadhani Huda, berhasil mengembangkan robot penyiram tanaman otomatis berbasis Internet of Things atau IoT.
Robot yang diberi nama IMOT BLUNO ini merupakan prototipe alat bantu penyiraman tanaman yang bekerja berdasarkan sensor kelembapan tanah. Perangkat tersebut dilengkapi dengan sensor kelembapan tanah, LCD I2C, modul relay 5 volt, pompa air, serta sistem kendali Bluetooth berbasis Arduino Uno.
Dalam proses pengembangannya, Humaira melalui sejumlah tahapan teknis. Tahapan tersebut dimulai dari analisis kebutuhan perangkat, seperti Arduino Uno, kabel jumper, sensor kelembapan tanah, relay, pompa air, dan baterai 9 volt. Selanjutnya, Humaira melakukan pemrograman menggunakan aplikasi Arduino IDE.
Sebelum perakitan dilakukan, desain rangkaian terlebih dahulu disimulasikan melalui platform Tinkercad. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan kesalahan teknis saat perakitan. Setelah rangkaian selesai dirakit, kode program diunggah ke Arduino dan dilakukan uji coba langsung pada media tanah.
Selama proses tersebut, Humaira mendapatkan pendampingan intensif dari pembimbingnya, Ustadzah Ella Fransiska, S.Pd. Pendampingan dilakukan baik di lingkungan madrasah maupun di luar jam pembelajaran.
“Proses pembuatannya cukup menantang dan membutuhkan fokus. Saya banyak belajar dari kesalahan selama proses perakitan dengan arahan dari pendamping,” ujar Humaira kepada Tubankab, Sabtu (31/1).
Secara teknis, robot IMOT BLUNO bekerja dengan mendeteksi tingkat kelembapan tanah. Ketika tanah terdeteksi kering, sensor akan mengirimkan sinyal ke relay untuk mengaktifkan pompa air secara otomatis. Sementara itu, tingkat kelembapan tanah dapat dipantau melalui layar LCD yang terpasang pada perangkat.
Sebaliknya, saat tanah telah mencapai tingkat kelembapan yang cukup, sistem akan secara otomatis mematikan pompa air. Dengan demikian, penyiraman tanaman dapat berlangsung secara efisien dan terkontrol.
Adapun gagasan awal pembuatan robot ini berangkat dari kebutuhan akan sistem penyiraman otomatis di lingkungan madrasah. Pada tahap perencanaan, konsep sempat dikembangkan agar robot dapat bergerak dengan kendali jarak jauh. Namun, karena adanya keterbatasan teknis, pengembangan difokuskan pada sistem pemantauan dan penyiraman otomatis berbasis sensor.
Ke depan, inovasi ini diharapkan tidak berhenti pada tahap prototipe. Pengembangan lanjutan diarahkan agar perangkat menjadi lebih stabil, aman, dan aplikatif. Teknologi ini juga dinilai memiliki potensi untuk dimanfaatkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat, khususnya untuk menjaga kelembapan tanaman saat pemilik tidak berada di lokasi.
Kepala MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, Ustadz Teguh Pambudi Agung, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai inovasi ini memiliki nilai edukatif dan manfaat praktis.
“Kami sangat bangga dengan inovasi ini. Karya tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, termasuk peluang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tuban agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Melalui capaian ini, MA Sains Bina Insan Kamil Tuban menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya inovasi di bidang sains dan teknologi. Upaya tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata dunia pendidikan dalam mendukung kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (dadang/yavid)










