Skenario Kebocoran Minyak Disimulasikan di Pesisir Pantai Palang, Ini Tujuannya
- 01 July 2026 14:39
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 37
Tubankab - Puluhan personel dari berbagai unsur berkumpul di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Rabu (1/7). Kawasan pesisir yang biasanya menjadi pusat aktivitas nelayan pagi itu disulap menjadi lokasi rekayasa penanganan keadaan darurat akibat kebocoran minyak di perairan. Melalui skenario tersebut, setiap unsur menguji kesiapan, mulai dari koordinasi, evakuasi, hingga penanganan dampak pencemaran apabila sewaktu-waktu terjadi kegagalan teknologi industri.
Simulasi bertajuk Wet Drill Command Post Exercise Penanggulangan Keadaan Darurat Bencana Kegagalan Teknologi Industri tersebut digelar BPBD Kabupaten Tuban bersama PT Pertamina EP Sukowati Field. Latihan ini menjadi bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub Urusan Penanggulangan Bencana. Pesertanya melibatkan TNI, Polri, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan, Desa Tangguh Bencana (Destana), hingga masyarakat sekitar.
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, melalui sambutan yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tuban, Agus Wijaya, menyebut bahwa kesiapsiagaan serupa perlu terus dilatih seiring berkembangnya kawasan industri di Kabupaten Tuban.
Menurutnya, semua pihak perlu mengetahui apa yang harus dilakukan apabila terjadi keadaan darurat. Karena itu, simulasi yang dilakukan tidak sekadar menguji prosedur, tetapi juga melatih koordinasi agar setiap unsur memahami tugasnya masing-masing.
"Kita tentu berharap kejadian seperti ini tidak pernah terjadi. Namun sebagai bentuk kesiapsiagaan, kita harus mempersiapkan diri sejak sekarang," ucapnya.
Ia menilai latihan tersebut penting agar dampak dan risiko dapat ditekan apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat dan mengurangi dampak apabila sewaktu-waktu muncul keadaan darurat. Agus—sapaan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tuban—juga mendorong agar simulasi serupa dapat diperluas ke lokasi lain yang memiliki potensi risiko, termasuk kawasan pasar yang beberapa kali mengalami kebakaran.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmaji, mengungkapkan bahwa simulasi di Karangagung menjadi latihan penanganan kegagalan teknologi di wilayah perairan yang pertama kali digelar BPBD Kabupaten Tuban.
Persiapannya tidak dilakukan dalam waktu singkat. Rencana latihan telah disusun sejak sekitar setahun lalu, diawali dengan pembentukan Desa Tangguh Bencana di Karangagung, kemudian dilanjutkan penyusunan skenario bersama PT Pertamina EP Sukowati Field.
"Kami tidak ingin ketika terjadi kebocoran minyak semua pihak justru kebingungan. Hari ini kami membuat skenario semirip mungkin dengan kondisi sebenarnya supaya semua mengetahui apa yang harus dilakukan," kata Sudarmaji.
Ia menjelaskan, wilayah pesisir Karangagung dipilih karena menjadi salah satu kawasan yang dilintasi jalur pipa migas. Karena itu, seluruh unsur di wilayah tersebut perlu memahami prosedur penanganan keadaan darurat, mulai dari pemerintah desa, aparat keamanan, relawan, hingga masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
Di sisi lain, Plt. Camat Palang, Kapitano Gunawan, menyambut baik dipilihnya Desa Karangagung sebagai lokasi simulasi perdana penanganan kegagalan teknologi di wilayah perairan. Menurut keterangannya, latihan tersebut memberi pengalaman langsung kepada seluruh peserta untuk memahami posisi dan tugas masing-masing ketika menghadapi keadaan darurat.
“Kalau suatu saat benar-benar terjadi, semua sudah tahu harus berada di mana dan apa yang harus dilakukan. Tentu kita berharap kejadian itu tidak pernah ada, tetapi kalaupun terjadi, kita sudah lebih siap,” tandasnya. (yav)










