Stunting Tuban Turun Jadi 7,38 Persen, Lampaui Target Triwulan I 2026
- 07 May 2026 18:24
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 14
Tubankab - Upaya mewujudkan tumbuh kembang anak yang sehat dan terbebas dari stunting di Kabupaten Tuban terus menunjukkan hasil positif. Pada Triwulan I Tahun 2026, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban mencatat prevalensi stunting berada di angka 7,38 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 9,4 persen. Capaian tersebut dipaparkan dalam pertemuan evaluasi Program Gizi Triwulan I Tahun 2026 yang digelar di Aula Aster Dinas setempat, Kamis (7/5).
Sekretaris Dinas Kesehatan P2KB Tuban, dr. Atiek Supartiningsih, mengatakan capaian tersebut menjadi hasil kerja bersama seluruh tenaga kesehatan di lapangan, khususnya dalam penguatan layanan gizi masyarakat di tingkat Puskesmas.
“Para TPG diminta segera menyesuaikan pembaruan pelaporan dan definisi operasional indikator kinerja, melakukan perbaikan data tepat waktu untuk menghindari kegagalan revisi sistem, serta mengintegrasikan data gizi dengan data Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di tingkat Puskesmas,” ujarnya, Kamis (7/5).
Ia berharap seluruh layanan gizi dapat terdokumentasi dengan baik dan akurat sehingga menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan serta intervensi kesehatan masyarakat di Kabupaten Tuban.
Pertemuan tersebut diikuti 33 Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas bersama jajaran internal Dinkes P2KB guna memastikan sinkronisasi data dan penguatan intervensi gizi di lapangan.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penyusunan perencanaan program tahun mendatang karena indikator gizi, seperti stunting, wasting, dan ASI eksklusif, telah masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) 2026-2030.
Selain stunting, berdasarkan laporan SiGizi, indikator wasting tercatat berada di angka 7,63 persen dari target 9,58 persen. Sementara itu, capaian ASI eksklusif mencapai 89,86 persen dari target 80 persen. Pemberian Vitamin A pada balita menyentuh 94,07 persen dari target 92 persen, sedangkan capaian anak usia 6-23 bulan yang memperoleh MP-ASI berkualitas mencapai 93,5 persen dari target 76 persen.
“Meski demikian, pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang masih dalam proses pelaksanaan. Program tersebut dijadwalkan berlangsung pada Triwulan II dan III Tahun 2026,” tandasnya. (aris/yavid)










