Tak Ada Kata Terlambat untuk Belajar, 40 Warga PKBM Adhyaksa Tuban Diwisuda
- 06 October 2026 20:03
- Yavid
- Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati,
- 21
Tubankab – Pendidikan tidak selalu berjalan dalam satu garis lurus. Ada yang sempat terhenti karena berbagai keadaan, namun kesempatan untuk kembali belajar selalu terbuka. Semangat itulah yang terlihat dalam Wisuda Warga Belajar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Adhyaksa Tuban di Gedung Korpri Tuban, Selasa (6/10).
Sebanyak 40 warga belajar PKBM Adhyaksa Tuban mengikuti prosesi wisuda yang dihadiri Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, S.E., Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tuban Ujang Sutisna, serta Ketua DPRD Tuban Sugiantoro. Wisuda menjadi penanda selesainya salah satu tahapan pendidikan sekaligus pijakan untuk melangkah menuju kesempatan yang lebih luas.
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengapresiasi Kejaksaan Negeri Tuban dan PKBM Adhyaksa yang telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk kembali mendapatkan pendidikan. Menurutnya, pendidikan tidak berhenti ketika warga belajar menerima ijazah. Setelah lulus, mereka perlu mendapatkan pendampingan agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas hidup.
“Kami berterima kasih atas ikhtiar dari Kejaksaan dan PKBM Adhyaksa. Pemkab Tuban siap terus memberikan peningkatan dalam pelaksanaan pendidikan,” ungkapnya.
Bupati menyampaikan Pemkab Tuban akan mengoptimalkan aset daerah untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di PKBM Adhyaksa. Selain itu, para lulusan akan mendapatkan pendampingan dan pelatihan melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait.
Pemkab Tuban juga siap menerjunkan sumber daya manusia untuk memberikan pelatihan sesuai kebutuhan warga belajar, termasuk membuka akses informasi mengenai program pelatihan maupun sertifikasi yang tersedia.
Tidak berhenti pada pelatihan, Pemkab Tuban juga akan menjembatani lulusan PKBM Adhyaksa dengan dunia usaha. Fasilitasi tersebut dapat diarahkan pada program pemagangan maupun peluang pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi lulusan.
“Setelah lulus, jangan berhenti sampai di sini. Kami akan membantu memberikan pendampingan dan pelatihan. Kita juga akan menjembatani dengan perusahaan, baik untuk pemagangan maupun potensi pekerjaan,” jelasnya.
Di sisi administrasi kependudukan, lanjut Mas Lindra, Pemkab Tuban juga memastikan lulusan mendapatkan kemudahan dalam pembaruan data kependudukan. Termasuk pengurusan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan pembaruan jenjang pendidikan.
Dengan dukungan lintas sektor tersebut, PKBM Adhyaksa Tuban diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan kembali kesempatan belajar, tetapi juga menjadi pintu menuju keterampilan, kemandirian, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.
Sementara itu, Kajari Tuban Ujang Sutisna menyampaikan selamat kepada seluruh warga belajar yang telah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, momentum wisuda diharapkan menjadi motivasi bagi para lulusan, keluarga, maupun masyarakat lainnya untuk terus meningkatkan pendidikan.
“Selamat kepada seluruh warga belajar yang hari ini diwisuda. Ini menjadi motivasi, tidak hanya bagi mereka, tetapi juga bagi anak cucu dan warga masyarakat lainnya,” ungkapnya.
Ujang menegaskan Kejaksaan Negeri Tuban berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas PKBM Adhyaksa, baik dari sisi jumlah peserta didik, kurikulum, maupun pengembangan soft skill. Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya peningkatan IPM Kabupaten Tuban.
Selain itu, Kejaksaan juga siap menerjunkan para jaksa untuk memberikan edukasi hukum kepada warga belajar. Edukasi tersebut diharapkan mampu membangun pemahaman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hukum.
“Ketika kesadaran hukum meningkat, kita berharap kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat,” ujarnya.
Kepala PKBM Adhyaksa Tuban, Cipnal Muchlip, menjelaskan PKBM Adhyaksa Tuban dirintis sejak 2020 sebagai wadah pendidikan bagi masyarakat yang sempat putus sekolah. Saat ini, PKBM Adhyaksa Tuban memiliki 18 tutor dengan total 233 warga belajar.
“PKBM Adhyaksa hadir untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang sebelumnya tidak bisa melanjutkan pendidikan. Harapannya, mereka tidak hanya mendapatkan ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan dan bekal untuk melanjutkan kehidupan,” terangnya.
Proses pembelajaran di PKBM Adhyaksa tidak hanya dilakukan secara klasikal. Warga belajar juga mengikuti kegiatan outing class, seperti kunjungan ke perusahaan maupun kantor pemerintahan. Selain itu, mereka mendapatkan edukasi ilmu hukum sebagai bagian dari pembinaan Kejaksaan Negeri Tuban.
Cipnal mengatakan pengembangan kompetensi warga belajar juga akan terus dilakukan. Berbagai keterampilan diberikan, mulai dari pembuatan makanan, content creator, pelatihan komputer, hingga kemampuan menjadi pembawa acara dalam bahasa Jawa.
Tak hanya pendidikan dan keterampilan, warga belajar juga mendapatkan pendampingan dalam urusan administrasi kependudukan. Salah satunya pembaruan data pendidikan pada dokumen kependudukan agar jenjang pendidikan yang telah ditempuh tercatat dengan baik. (ags/yav)










