Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Juanda Sebut Tuban Masuk Wilayah Terdampak
- 01 February 2026 04:46
- Yavid
- Umum,
- 378
Tubankab - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi (BMKG) Juanda menyebut bahwa Kabupaten Tuban sebagai salah satu wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem di Jawa Timur pada periode 1 hingga 10 Februari 2026. Peringatan ini disampaikan melalui pers rilis resmi seiring meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi di puncak musim hujan.
Dalam rilis tersebut, BMKG menyebut Tuban masuk daftar wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Potensi dampak yang menyertai meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan jarak pandang. Selain Tuban, wilayah lain yang terdampak mencakup sebagian besar kabupaten dan kota di Jawa Timur, dari kawasan selatan, tapal kuda, pantura, hingga Pulau Madura.
BMKG menjelaskan seluruh wilayah Jawa Timur saat ini telah berada pada musim hujan. Beberapa daerah diprakirakan masih berada pada puncak musim hujan. Kondisi ini membuat potensi cuaca ekstrem dalam 10 hari ke depan meningkat dan berisiko mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk transportasi dan kegiatan ekonomi.
“Diprakirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” tulis BMKG dalam pernyataan resminya, Sabtu (31/1).
Menurut BMKG, peningkatan cuaca ekstrem dipicu aktifnya monsun Asia serta adanya gangguan gelombang atmosfer, yaitu Low Frequency, Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin, yang melintasi wilayah Jawa Timur. Selain itu, suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih relatif tinggi serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan intensitas sedang hingga lebat.
“Kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang,” jelas BMKG.
Lebih lanjut, BMKG Statmet Juanda juga mengimbau masyarakat Tuban dan wilayah lain yang masuk dalam peringatan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak. BMKG juga menekankan perhatian khusus bagi wilayah dengan topografi curam, perbukitan, dan tebing karena memiliki risiko lebih tinggi terhadap longsor dan banjir bandang.
Tak hanya itu, pihaknya juga meminta masyarakat rutin memantau informasi cuaca terkini melalui radar cuaca WOFI serta layanan peringatan dini resmi BMKG yang disampaikan melalui situs web, media sosial, dan kanal komunikasi lainnya. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan antisipasi lebih awal guna mengurangi risiko dan dampak cuaca ekstrem. (*/yavid)










