2.000 PJU LED Terpasang, DLHP Pastikan Jalanan Tuban Lebih Terang dan Aman
- 02 March 2026 20:29
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 33
Tubankab – Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban menuntaskan pemasangan 2.000 unit lampu penerangan jalan umum sebelum akhir 2025. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat, khususnya saat beraktivitas pada malam hari.
Dengan tambahan tersebut, total PJU di Kabupaten Tuban kini mencapai 18.824 unit yang tersebar di 20 kecamatan. Dari jumlah itu, sekitar 17.000 unit dalam kondisi prima dan dirawat secara maksimal oleh tim teknis.
Kepala Bidang Lampu Penerangan Jalan Umum DLHP Tuban, Slamet Harianto, menjelaskan pekerjaan pemasangan dimulai sejak pertengahan Oktober 2025 dan rampung sesuai tenggat kontrak. “Alhamdulillah sebelum tanggal 19 Desember semua sudah terpasang,” ujar Slamet, Senin (2/3).
Lebih lanjut, ia menyebut pengadaan 2.000 unit PJU tersebut menelan anggaran sebesar Rp26 miliar yang bersumber dari Perubahan APBD 2025. Lampu yang dipasang merupakan jenis LED single arm berkapasitas 90 watt, dengan daya terang yang dinilai efektif untuk mendukung penerangan jalan poros kabupaten hingga jalan desa.
Program ini selaras dengan Program Pelas Pedes atau Penerangan Lampu Jalan Sampai Pelosok Desa yang digagas Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky. Melalui program tersebut, pemerintah daerah menargetkan pemerataan penerangan hingga ke wilayah pelosok.
“Dengan penerangan yang memadai, masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih nyaman pada malam hari, sekaligus dapat menekan angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas,” tuturnya.
Di sisi lain, Slamet mengingatkan masyarakat untuk turut menjaga fasilitas umum yang telah disediakan. Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir terjadi kasus pencurian kabel maupun komponen PJU di sejumlah titik.
Selain kasus pencurian, pihaknya juga menemukan fenomena penutupan lampu jalan di area pertanian menggunakan karung atau jerigen karena dianggap menghambat pertumbuhan tanaman. Menyikapi hal tersebut, DLHP mengambil langkah penyesuaian teknis.
“Ada sebagian kecil di area pertanian lampu jalan ditutupi karena dianggap mengganggu tanaman. Sebagai solusinya, kami ganti dengan lampu berkapasitas watt lebih kecil,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika menjumpai lampu PJU yang padam, masyarakat bisa melapor melalui Call Center 0851-8986-6606 dan media sosial Instagram @pju.tuban atau melalui kanal Lapor Tuban.
Selain menuntaskan pemasangan PJU, Pemerintah Kabupaten Tuban juga mulai menertibkan kabel jaringan fiber optik yang menumpang pada tiang PJU milik DLHP. Penertiban dilakukan setelah sejumlah penyedia layanan internet mengabaikan peringatan yang telah disampaikan sebelumnya.
Kegiatan ini melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tuban, Pemadam Kebakaran Kabupaten Tuban, serta Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan DLHP Tuban.
Slamet Harianto menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk ketegasan pemerintah daerah dalam menjaga estetika kota dan keselamatan publik. Prosesnya diawali dengan pemberitahuan kepada para penyedia layanan sebelum dilakukan penertiban di lapangan.
“Ada kabel yang kami copot, dan ada juga yang langsung kami potong, terutama yang terlihat tidak berfungsi dan kondisinya semrawut,” jelasnya.
Penertiban tidak hanya difokuskan di wilayah perkotaan, tetapi akan diperluas ke seluruh kecamatan di Kabupaten Tuban. “Kami rencanakan penertiban di seluruh kecamatan. Semua kabel yang menumpang di tiang PJU di wilayah Kabupaten Tuban akan kami tertibkan,” tandasnya.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan tata kelola infrastruktur yang lebih tertib, aman, serta mendukung wajah Kabupaten Tuban yang semakin terang dan tertata. (dadang/yavid)










