Salwa Kaysa Adnafika bersama Megalodon Aquatic Club Tuban. (ist)

Megalodon Aquatic Club Tuban Antar Atlet Binaan Juara 1 O2SN Renang Putri Jatim

  • 02 July 2026 10:11
  • Yavid
  • Umum,
  • 27

Tubankab – Kerja keras membangun pembinaan atlet renang selama empat tahun mulai membuahkan hasil. Megalodon Aquatic Club Tuban (MACT) berhasil mengantarkan salah satu atlet binaannya, Salwa Kaysa Adnafika, meraih Juara 1 cabang olahraga renang putri Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD tingkat Provinsi Jawa Timur.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian penting bagi MACT. Pasalnya, Salwa menjadi atlet pertama klub yang berhasil menembus O2SN tingkat nasional sejak MACT berdiri pada 2022.

Kepada Reporter Tubankab, Kamis (2/7), Ketua sekaligus Pelatih MACT, Arinda Ayu, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan jangka panjang yang dijalankan secara konsisten sejak awal berdirinya klub.

Ia menjelaskan, MACT didirikan dengan tujuan menghidupkan kembali prestasi cabang olahraga renang di Kabupaten Tuban yang sempat mengalami masa vakum cukup lama.

“Dulu, saat saya masih menjadi atlet renang, cabang ini menjadi salah satu unggulan di Tuban. Karena itu, kami ingin menghidupkan kembali semangat prestasi sekaligus menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.

Saat ini, MACT membina 95 atlet dengan dukungan delapan pelatih aktif. Sistem latihan dibagi ke dalam beberapa kelas, yakni Fundamental Class yang dipusatkan di Kolam Renang Manunggal Sport Center, serta Moderate Class, Advance Class, dan Achievement Class yang dilaksanakan di Kolam Renang Bektiharjo.

Menurut Arinda, visi utama MACT adalah mencetak atlet berprestasi mulai dari tingkat daerah hingga internasional melalui sistem pembinaan jangka panjang yang terstruktur dan berbasis sport science.

“Pembinaan atlet tidak bisa instan. Kami menggunakan sistem Long Term Athlete Development (LTAD), jadi setiap atlet dibentuk melalui tahapan yang jelas dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Salwa mulai bergabung dengan MACT pada 2023 saat duduk di kelas III sekolah dasar. Dalam waktu yang relatif singkat, perkembangannya dinilai cukup pesat hingga akhirnya mampu menjadi juara di tingkat provinsi.

“Salwa berkembang sesuai tahapan pembinaan di klub, dan progresnya cukup cepat. Ini menunjukkan bahwa proses latihan yang disiplin memberikan hasil,” tambah Arinda.

Meski demikian, MACT masih menghadapi tantangan dalam pembinaan atlet, terutama terkait fasilitas latihan. Arinda menyebut, keterbatasan kolam renang berstandar 50 meter di Tuban menjadi kendala utama seiring meningkatnya kebutuhan latihan dan bertambahnya jumlah klub maupun atlet renang di daerah.

“Tuban membutuhkan fasilitas kolam standar yang lebih memadai untuk menunjang pembinaan atlet renang secara optimal,” katanya.

Selain pembinaan di klub, Arinda menegaskan bahwa keberhasilan atlet juga tidak terlepas dari dukungan keluarga dan sekolah. Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam menjaga konsistensi latihan, sedangkan sekolah berperan memberikan dukungan akademik dan dispensasi saat atlet mengikuti kejuaraan.

Ke depan, MACT menargetkan dapat terus melahirkan atlet-atlet berprestasi dan membawa nama Kabupaten Tuban ke level yang lebih tinggi.

“Target kami adalah terus konsisten mencetak prestasi, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional hingga internasional, khususnya untuk membawa nama baik Kabupaten Tuban,” pungkasnya. (kdg/yav)

comments powered by Disqus